TelAviv,LiputanIslam.com-Usai tersiarnya kabar terkait tanggal penandatanganan MOU penjualan F-35 ke UEA, kini media memberitakan beberapa detail dari kesepakatan alutsista tersebut.
Menurut media-media Israel, Dubes AS David Friedman dalam konferensi Jerusalem Post menegaskan, sedikitnya butuh waktu 7 tahun untuk penyerahan F-35 pertama kepada Abu Dhabi.
Ia juga menjelaskan,pelaksanaan aneksasi 30 persen Tepi Barat ditangguhkan selama beberapa waktu, menyusul dijalinnya normalisasi hubungan Arab-Israel. Namun Friedman menyatakan bahwa aneksasi tidak dibatalkan sepenuhnya.
Sebelum ini, Reuters mengutip dari sejumlah sumber bahwa Washington berniat menjual F-35 kepada UEA, sehingga memicu kekhawatiran para petinggi Rezim Zionis.
“AS dan UEA berharap bahwa MOU perdana terkait penjualan F-35 akan ditandatangani pada Desember mendatang,”tulis Reuters.
Meski begitu, sejumlah media menggulirkan kemungkinan bahwa jika jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin dijual ke UEA, fitur “stealth” (siluman) pada jet generasi ke-5 itu akan dihapus.
Menurut laporan Defense World, tindakan AS ini adalah bagian dari strategi negara ini untuk mempertahankan keunggulan Israel di Timur Tengah. Dengan demikian, jika AS menjual F-35 kepada UEA, radar-radar Israel bisa mendeteksi jet-jet tersebut.
Defense World mengabarkan, selain menonaktifkan fitur siluman pada F-35, Lockheed Martin selaku pembuatnya bisa jadi melakukan sejumlah perubahan lain, dengan tujuan menjaga keunggulan pertahanan udara Rezim Zionis. (af/fars)
Baca Juga:
Ingin Monopoli Kepemilikan F-35 di Timteng, Israel Menentang Penjualannya ke UEA
Rouhani Tuding UEA dan Bahrain Berusaha Menyediakan Pangkalan untuk Israel