Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Mengkritisi Fenomena Perayaan Tahun Baru Hijriah

Published 20/08/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –1442 tahun telah tiba, dan sebagian kaum Muslimin merayakannya.  Merayakan perguliran waktu dengan penuh kesyukuran  karena Allah masih memberikan amanah usia kepada kita  tentulah hal yang wajar, dan memang menjadi kewajiban kita sepanjang hidup. Akan tetapi, sejatinya, tahun baru hijriah bukan peristiwa yang layak dirayakan secara berlebihan. Muhasabah atau merenung lebih layak untuk dilakukan kaum Muslimin ketimbang merayakannya.

Ada sejumlah alasan yang bisa diajukan. Pertama, menurut sejarah, tanggal 1 Muharram tidak menandai peristiwa sukacita apapun. Berbeda dengan peringatan maulid Nabi (tanggal 12 Rabiul Awwal) yang menandai peristiwa kelahiran Baginda Nabi SAW, tanggal 1 Muharram tidak merujuk kepada peristiwa hijrahnya kaum Muslimin dari Mekkah ke Madinah. Sejarah mencatat, peristiwa hijrah terjadi di bulan Rabiul Awwal, bukan bulan Muharram.

Maka, jika sebagian kaum Muslimin merayakan tahun baru secara berlebihan, dan ingin ‘menandingi’ perayaan tahun baru Masehi, tentulah itu adalah sikap yang salah kaprah. Masehi dirayakan kaum Kristiani sebagai bentuk kegembiraan atas kelahiran Isa Al-Masih (akhir Desember). Sedangkan hijriah tidak merujuk kepada peristiwa hijrah, apalagi peristiwa kelahiran Baginda Nabi SAW.

Alasan kedua, jikapun yang dirujuk adalah peristiwa hijrah, maka peristiwa itu sangat sulit untuk dirayakan, karena hijrah adalah salah satu episode dari perjuangan kaum Muslimin, tidak menandai kemenangan atau keberhasilan atas perjuangan tertentu. Hijrah adalah sebuah starting point untuk bergerak maju, bukan titik akhir dari perjuangan. Saat berhijrah, kaum Muslimin berada dalam situasi harap-harap cemas, mengingat sangat besarnya tantangan dan penderitaan yang tengah mereka hadapi. Karena itu, merayakan kecemasan menurut hemat kami adalah tindakan yang salah kaprah.

Alasan ketiga, saat ini, konsep hijrah telah disalahgunakan oleh kelompok-kelompok ekstrem dalam Islam. Hijrah diartikan sebagai perubahan sikap menjadi ekslusif; hijrah adalah gerbang menuju jihad. Kata hijrah membuat seorang Muslim terkesan kaku, keras, cenderung intoleran, bahkan punya peluang untuk melakukan tindakan kekerasan/jihad yang keliru.

Memang benar bahwa dalam ayat Al-Quran, kata hijrah disandingkan dengan kata ‘iman’ dan ‘jihad’.  Akan tetapi, konsep hijrah menjadi bermasalah manakala konsep ‘iman’-nya sendiri keliru. Secara spiritual, hijrah bermakna perubahan perilaku dari kekufuran menjadi keimanan. Maka, ketika yang dipakai adalah konsep ‘iman’ gaya kaum takfiri, di mana mereka dengan sangat mudahnya menjatuhkan vonis ‘kafir’ kepada siapapun yang dalam urusan agama berbeda dengan mereka, maka konsep hijrahnya pun menjadi kacau. Hijrah menjadi sangat ekslusif; hanya terkait dengan perubahan perilaku dari konsep kufur menurut faham takfiri menuju konsep iman, juga menurut faham tersebut. Maka, sebagian besar kaum Muslim wajib berhijrah ke arah keimanan, meskipun kaum Muslimin yang dimaksud sudah berada dalam wilayah keimanan.

Bahaya berikutnya, hijrah kemudian dimaknai sebagai proses pra-jihad yang salah kaprah pula. Sebagaimana yang kita ketahui, makna jihad pun sudah didistorsi sedemikian rupa menjadi tindakan terorisme yang diharamkan di dalam Islam.

Ala kulli hal, perguliran waktu tetaplah harus disyukuri dan layak dirayakan secara proporsional. Karena itu, sembari tetap menjaga kesadaran bahwa ada banyak hal yang patut direnungkan, kami mengucapkan ‘Selamat Tahun Baru 1442 H’. Semoga tahun ini, kaum Muslimin, bangsa Indonesia, dan seluruh ummat manusia menjadi tahun yang penuh dengan keberkahan. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account