Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Analisis Visi Misi Pasangan Capres Cawapres: Bidang Kesehatan (2)

Published 27/05/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Foto:http://gwangge.wordpress.com
Foto:http://gwangge.wordpress.com

Tabel diatas adalah kebijakan yang potensial mendukung kebijakan kesehatan

Kedua calon presiden menekankan pentingnya sarana transportasi dan air bersih. Perbaikan sarana transportasi dapat sangat menunjang pelayanan kesehatan di Indonesia yang kebanyakan mempunyai masalah akses ke tempat pelayanan kesehatan. Ketersediaan air bersih juga vital dalam pencegahan diare dan penyakit menular, terutama pada anak-anak.

Yang unik dari Jokowi-Kalla adalah, mereka mengemukakan mengenai sistem desentralisasi asimetris, yang merupakan modifikasi, atau kalau bisa dibilang penyempurnaan sistem desentralisasi yang ada sekarang. Sistem ini akan sangat menguntungkan bagi sistem kesehatan, karena pada dasarnya kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan, tidak dapat ditangani sendirian oleh suatu daerah, perlu koordinasi dan bantuan penyangga dari pemerintah pusat. Sistem desentralisasi asimetris ini kalau benar diterapkan akan membantu pelaksanaan BPJS. Selain itu dengan sistem ini, pemerintah pusat dapat memusatkan perhatiannya untuk menolong daerah yang miskin dan tertinggal lebih banyak, dan mengatur alokasi anggaran kesehatan yang 5 % itu ke tempat  yang benar-benar memerlukan. Dimana kita ketahui angka kematian ibu yang tinggi dapat ditemui di daerah-daerah tersebut.

Salah satu lagi program Jokowi-Kalla yang dapat membantu sistem BPJS (atau sistem kesehatan lainnya) adalah adanya nomor induk kependudukan. Dengan nomor induk yang terkoordinir, pelaksanaan maupun evaluasi sistem kesehatan akan lebih mudah dilaksanakan. Selain itu pendataan masalah kesehatan akan lebih mudah, sehingga bukan tidak mungkin kita akan mempunyai sistem data pasien elektronik sendiri. Dengan sistem data tersebut, penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran akan lebih pesat berkembang.

Kedua program potensial terakhir dari Jokowi-Kalla, membawa secercah harapan tambahan, bahwa walau mungkin reformasi kesehatan yang kita harapkan belum akan terwujud dalam 5 tahun kedepan, ada landasan dasar yang memungkinkan hal itu dilaksanakan setelah 5 tahun itu berjalan.

Jokowi-JK atau Prabowo-Hatta?

Jadi, siapa yang lebih baik, Jokowi-Kalla atau Prabowo-Hatta di bidang kesehatan? Saya menyerahkan penilaiannya kepada Anda sendiri karena apa yang menjadi tolak ukur Anda dalam hal prioritas kesehatan mungkin berbeda dengan saya. Yang penting diingat, kita harus menyadari bahwa pemerintah punya kapasitas terbatas dalam menangani dan mengawasi suatu masalah. Idealnya (ini lagi-lagi menurut saya), pemerintah hanya perlu dituntut mengurusi kebutuhan kesehatan masyarakat, karena mereka memang punya kewenangan untuk melakukan intervensi kesehatan di lingkup masyarakat.

Catatan metodologi:  * Jika kita berbicara soal bidang kesehatan, selalu ada dua kubu yang punya tujuan sama (menjaga dan menyembuhkan pasien/masyarakat), tapi kadang pendekatannya berbeda. Mereka adalah kubu tenaga kesehatan di lapangan (baca: dokter, bidan, dll). Kubu kedua adalah mereka yang berkecimpung di bidang penentuan kebijakan kesehatan (a.k.a. orang-orang kesehatan masyarakat, epidemiologis, menteri kesehatan, dll).  Tenaga kesehatan banyak berkonsentrasi dan memikirkan bagaimana caranya menyembuhkan pasien satu per satu, artinya pendekatan mereka bermula dari pendekatan “kesehatan individual” dan biasanya bersifat “kuratif” (karena hampir selalu pasien datang ke dokter saat ia sudah sakit), atau dengan kata lain menyembuhkan/menyelesaikan masalah kesehatan individu. Sedangkan kubu “kesehatan masyarakat”, pendekatannya biasanya bermula dari pembuatan kebijakan publik dan memikirkan secara luas bagaimana menyelesaikan masalah kesehatan sekelompok/seluruh masyarakat. Pendekatan mereka kebanyakan bersifat “preventif”, artinya berusaha mencegah supaya penyakit tidak (makin) menyebar luas. 

 

Disalin dari artikel di http://gwangge.wordpress.com. Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected]

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account