Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Soal Pandemi Corona, AS Kian Dicecar Ihwal Penutupan Laboratorium Fort Detrick

Published 18/03/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

London, LiputanIslam.com –  Desakan kian menguat di China agar AS menjelaskan proses kemunculan virus corona (Covid-19) setelah jubir Kemlu China Zhao Lijian di Twitter mengisyaratkan bahwa tentara AS bisa jadi telah membawa virus itu ke kota Wuhan, China.

Pada ahli di China mendesak Gedung Putih menjelaskan ihwal penutupan laboratorium penelitian mikroba dan virologi yang bernaung di bawah Komando Medis Angkatan Bersenjata AS (U.S. Army Medical Command/MEDCOM) di kota Fort Detrick, Maryland, AS, pada akhir tahun lalu.

Website Global Times milik China mengutip pernyataan para ahli negara ini mengenai artikel yang diterbitkan oleh “New York Times”, pada tanggal 5 Agustus lalu, dengan judul “Penghentian Penelitian Bakteri Mematikan di Laboratorium Militer karena Masalah Keamanan.” Artikel ini menyebutkan bahwa  “kekhawatiran pemerintah mengenai keamanan” di laboratorium itu telah menyebabkan penghentian penelitian yang melibatkan mikroba berbahaya semisal virus Ebola.

Institut Penelitian Penyakit Menular Angkatan Bersenjata AS (US Army Medical Research Institute of Infectious Diseases/USAMRIID) di Fort Detrick saat itu mengumumkan bahwa penutupan itu kemungkinan akan berlangsung selama berbulan-bulan, dan memastikan tidak ada ancaman bagi kesehatan masyarakat, tidak ada infeksi pada staf, dan tidak ada kebocoran bahan berbahaya ke luar laboratorium.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) saat itu mengumumkan pihaknya memerintahkan penghentian penelitian di Fort Detrick karena pusat ini “tidak memiliki sistem yang memadai untuk pemurnian air limbah” dari laboratoriumnya secara lebih aman.

CDC tidak memberikan banyak informasi tentang keputusan itu dengan dalih faktor “keamanan nasional”.

Lembaga ini mempelajari kuman dan racun yang dapat digunakan untuk mengancam tentara atau kesehatan masyarakat, menyelidiki wabah penyakit, dan melakukan proyek penelitian untuk lembaga pemerintah, universitas, dan perusahaan obat.

Para aktivis AS menerbitkan petisi di website Gedung Putih berupa permintaan klarifikasi mengenai alasan sebenarnya penutupan Fort Detrick, apakah ini terkait dengan Covid-19, dan apakah pihak berwenang AS menutupi kematian akibat virus ini dan menempatkannya pada kategori kematian akibat influenza.

Dalam konteks ini pula, para ahli China kembali mengangkat artikel penelitian yang diterbitkan oleh website jurnal ilmiah Nature pada tahun 2015, yang menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan telah bekerjasama dengan tentara AS menyalin sejenis virus korona.

Artikel itu menjelaskan bahwa setelah kemunculan virus SARS (2002-2003) dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), para ilmuwan diberitahu tentang risiko penularan lintas spesies yang mengarah pada penularan penyakit dan wabah di antara manusia.

Jadi, mereka mempelajari kelompok besar kelelawar di Cina, yang kemudian diketahui sebagai inkubator virus korona terbesar, tetapi mereka tidak dapat menularkannya ke manusia, karena mereka tidak memiliki “mahkota” khusus untuk dapat mengikat sel-sel ACE2 manusia. Tapi penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa kelelawar Horseshoe membawa sejenis virus corona SARS yang dapat menular ke manusia, dan kemudian disebut virus SHC014-CoV.

Baca:  China Sebut Corona Diproduksi di AS Pada Tahun 2015, Pompeo Minta Beijing Tak Sebar Rumor

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih besar tentang virus ini, para ilmuwan menyalin wadah virus eksternal dengan mahkota di atasnya, dan memvaksinkannya pada tikus percobaan. Hasilnya menunjukkan bahwa virus ini memang mampu mengikat sel-sel ACE2 manusia, dan mereproduksi secara khusus dalam sel-sel sistem pernapasan manusia.

Baca: China Resmi Ungkap Dugaan Virus Corona di Wuhan Kiriman dari AS

Artikel  ini menyebutkan bahwa beberapa bahan, sampel, dan peralatan laboratorium yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari USAMRIID, dan menyatakan bahwa belum ada bukti bahwa virus yang diujikan pada tikus itu sama dengan virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, yang kini sedang mewabah. (mm/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Amerika - Eropa

Usai Kematian Bos Wagner, Putin Wajibkan Kelompok Bersenjata Mengangkat Sumpah Setia

By Muhammad
Amerika - Eropa

Ngeri, Ada 120,000 Kuburan Baru Digali, Korban Tewas Tentara Ukraina Capai 350,000

By Muhammad
Amerika - Eropa

‘Ditusuk’ Sekutu Sendiri, Ukraina Disebut AS Pelaku Serangan ke Kremlin

By Hadi
Amerika - Eropa

Presiden Ukraina Minta Iran Stop Suplai Drone Mematikan ke Rusia

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account