Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Misteri di Balik Jatuhnya Pesawat Militer AS di Afghanistan

Published 30/01/2020 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com – AS akhirnya mengakui bahwa pesawat militer mata-matanya di Afghanistan tertembak jatuh oleh Taliban dan semua orang yang ada di dalamnya tewas. Dari manakah rudal yang digunakan Taliban dalam penembakan itu berasal? Dari China ataukah dari Iran? Lantas bagaimana dampak pukulan telak dari Taliban ini bagi Trump dan para petinggi AS lainnya dalam perkembangan konflik di Afghanistan?

Taliban tidak berdusta ketika juru bicaranya, Zabihullah Mujahid, menyatakan pihaknya telah menjatuhkan pesawat mata-mata AS di provinsi Ghazni, Aghanistan timur, yang membawa para petinggi militer AS, dan semuanya tewas sehingga menjadi tamparan keras bagi Presiden AS Donald Trump dan jajaran petinggi militernya.

Setelah sempat bungkam, para petinggi AS akhirnya terpaksa mengkonfirmasi klaim Taliban tersebut. Hanya saja, mereka mencukupkan tanggapannya itu dengan hanya menyatakan bahwa pesawat itu kecil, dan hingga kini tidak menyebutkan jumlah tentara yang tewas serta pangkat mereka.

Video dan gambar-gambar yang viral di media sosial, terutama Twitter, terkait dengan bangkai dan puing pesawat itu, serta penelitian yang dilakukan oleh sejumlah pakar mengkonfirmasi bahwa pesawat itu berjenis Bombardier / Northrop Grumman E-11A, yang oleh tentara AS digunakan untuk tujuan mata-mata di Afghanistan, berukuran sedang, dan kemungkin besar tertembak jatuh oleh rudal mutakhir.

Peristiwa ini tercatat sebagai satu perkembangan militer tersendiri, di mana sebuah pesawat AS yang berteknologi canggih telah tertembak jatuh sehingga menjadi pukulan telak bagi Presiden Trump dan jajaran militernya beserta rencana-rencananya di Afghanistan, sekaligus memperkuat daya tawar Taliban dalam negosiasi.

Taliban menuntut penarikan sesegera mungkin seluruh pasukan AS yang berjumlah 14000 personil dari Afghanistan tanpa ada konsesi apapun dari mereka kecuali menjamin tidak akan menyerang proses penarikan itu.

Perundingan antara delegasi Taliban dan delegasi AS pimpinan Zalmai Khalilzad yang telah berlangsung di Doha runtuh akibat serangan Taliban ke pangkalan militer Begram pada Desember 2019. Serangan itu mengekspresikan penolakan tegas Taliban terhadap keinginan AS agar Taliban mengurangi intensitas serangannya sebagai syarat untuk melanjutkan perundingan. Taliban bersikukuh melanjutkan serangan militer meski perundingan tetap berjalan, seakan belajar dari peristiwa Perang Vietnam pada tahun 1970-an.

Pertanyaan yang kini mengemuka di kalangan pengamat militer ialah bagaimana Taliban bisa mendapatkan rudal canggih untuk menjatuhkan pesawat itu, dan bagaimana resikonya bagi pesawat dan helikopter militer AS di Afghanistan.

Di sini ada dua spekulasi yang mungkin menjawab pertanyataan itu;

Pertama, Iranlah – yang konon menjalin hubungan kuat dengan Taliban – yang pada hari-hari belakangan ini membekali kelompok itu dengan rudal-rudal yang setara dengan senjata yang telah menjatuhkan pesawat nirawak Global Hawk di angkasa Hormuz pada akhir-akhir tahun lalu. Iran membekali Taliban dengan senjata itu dalam rangka membalas darah Jenderal Soleimani.

Kedua, rudal itu berasal dari China dan sampai ke tangan Taliban melalui Pakistan yang bersekutu erat dengan Taliban. Kerjasama militer Taliban dengan Pakistan belakangan dilakukan secara terbuka sehingga AS membekukan bantuannya kepada Pakistan senilai miliaran dolar pertahun, dan pemerintahan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pun tidak lagi optimal dalam berkomitmen memerangi terorisme di negara jirannya, Afghanistan.

Baca: Video: Pesawat Militer AS Jatuh di Afghanistan, Taliban Mengaku Menembaknya

Kementerian Pertahanan AS Pentagon tampak was-was dan eggan berkomentar tentang serangan yang menimpa pasukannya di Afghanistan. Hingga tulisan ini disusun, Pentagon tak bersedia menyebutkan jumlah tentaranya yang tewas dan apa saja pangkat mereka.

Lantas apakah insiden penembakan pesawat itu membuka babak baru eskalasi dalam Perang Afghanistan yang belakangan ini terlupakan? Jawabannya positif sekali, terlebih ketika musim semi sudah dekat dan hamparan salju akan segera mencair, sebab di musim itulah operasi militer Taliban meningkat.

Baca: Ini Jumlah Bom yang Dijatuhkan AS di Afghanistan Selama 2019

Menariknya lagi, penembakan pesawat militer AS itu terjadi di saat-saat menjelang Presiden AS mengumumkan detail Perjanjian Abad Ini, yaitu prakarsa yang dicanangkan Trump untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel, namun dengan rencana-rencana yang sangat merugikan pihak Palestina manakala faksi-faksi Palestina justru menyerukan tekad untuk kembali ke langkah awal, yaitu resistensi dengan segala bentuknya setelah proses perdamaian runtuh.  Karena itu, tak heran ketika ada orang Palestina berseru, “Carilah keberanian, kejantanan, dan keteguhan meski di negeri Afghanistan dan dari tangan Taliban!” (mm/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account