IMG-20140415-WA0001Jakarta, LiputanIslam.com — Pada tanggal 27 Februari 2014, media nasional mengabarkan bahwa 29 orang relawan MER-C kembali ke tanah air. Mereka membawa misi kemanusiaan di Gaza dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) sebagai wujud empati masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina. Banyak kalangan bertanya-tanya tentang kondisi relawan MER-C di Gaza yang notabene wilayah konflik.

Salah satu reporter liputanislam.com berkesempatan mewawancarai salah satu relawan MER-C (Medical Emergency Resque Committee), yaitu Bapak Karidi (atau yang akrab disapa Didi) di kantor pusat MER-C bilangan Jakarta Pusat. Beliau adalah putra daerah Wonogiri yang lahir pada 14 Januari 1982. Berikut ini hasil petikan wawancara kami bagian kedua. Bagian pertama bisa dibaca di sini.

LI: Bagaimana hubungan rakyat Palestina, khususnya Gaza, dengan rakyat Israel?

DD: Saya belum pernah melihat orang Israel di sana. Saya juga tidak pernah melihat warga Gaza bertatap-muka dengan warga Israel, terlebih lagi mereka bercakap-cakap (ngobrol). Mungkin itu disebabkan karena ada penjagaan ketat  di sana sebagai wilayah perbatasan. Jadi, saya tidak melihat komunikasi antara kedua belah pihak.

LI: Apakah pembangunan RSI sudah selesai? Berdasarkan pemberitaan, RSI direncanakan rampung pada awal 2014. Apabila sudah fix dalam pembangunan konstruksi, apa yang saat ini dibutuhkan bagi penyelesaian tahap akhir RSI?

Indo palestina

Solidaritas Indonesia untuk Palestina, sumber foto: bawikadarpa.wordpress.com

DD: Alhamdulillah, konstruksi RSI sudah fix 100 persen. Adapun yang dibutuhkan pada tahap selanjutnya adalah peralatan medis yang jika dilihat nilainya 2 kali lipat dari konstruksi RSI, yaitu sebesar 60 Milyar. Tahapan yang sedang berjalan saat ini adalah pembangunan Guest House untuk masyarakat Indonesia yang datang ke sana, terutama para relawan dan para dokter yang bertugas di sana.

LI: Pada saat pembangunan RSI, MER-C mengadakan program Rp. 20.000/ orang untuk berapa juta rakyat Indonesia. Bagaimana dengan perhitungan pengadaan alat medis yang membutuhkan 2 kali lipat, berapa nominal yang dibutuhkan?  Program apa yang diselenggarakan MER-C untuk memenuhi kebutuhan tersebut?

DD: Kami sudah menyelenggarakan program Rp. 50.000/ orang. Menurut perhitungan kita dengan gerakan Rp. 50.000 per orang bisa memenuhi pengadaan alat medis. Adapun total donatur yang ditargetkan pada program ini sekitar 1,7 juta orang. Jika program tersebut berjalan dengan baik, maka nominal yang bisa dicapai senilai 65 miliar rupiah.

LI: Apakah nominal 65 miliar rupiah sudah meng-cover pembiayaan bagi tim medis RSI?

DD: Saat ini, kami hanya memfokuskan 65 miliar bagi pengadaan alat medis. Tim medis belum kami pikirkan karena target kami melengkapi peralatan medis yang menunjang di RSI. Setelah  lengkap, pihak MER-C akan menyerahkan RSI kepada pihak pemerintah Palestina. Saat ini kami sedang gencar melakukan kampanye donasi, Rp.50.000/ orang. Kami sadar bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai kalangan, dari kalangan bawah hingga menengah ke atas. Apabila ada rakyat Indonesia yang ingin menyumbang, tapi uangnya belum sesuai dengan nominal donasi  tersebut (baca: kurang dr Rp. 50.000). Pada program yang lalu, ada anak kecil yang membawa tabungan selama 1 bulan yang disisihkan dari uang jajannya, sebesar Rp. 12.000 ke MER-C.

merc peduli

MER-C [spasi] PEDULI, sumber foto : ekstragratis.blogspot.com

Kami pernah melaksanakan program SMS Peduli Palestina dengan mengirim SMS:  MER-C [spasi] PEDULI, kita bekerja sama dengan Kementerian Sosial. Ketika seseorang sms, maka otomatis terpotong Rp.5.000 untuk MER-C. Saat kami mempromosikan tentang program tersebut kepada masyarakat Indonesia, kami mendapatkan tanggapan yang luar biasa. Dengan program SMS, kami sudah mendapatkan Rp. 900 juta untuk Palestina. Padahal, saat itu program kami bukan untuk pembangunan MER-C, tapi hanya program peduli Palestina untuk pengiriman tim medis pada tahun 2009.

Jadi, jika orang hanya mampu berdonasi Rp.5.000 atau Rp. 10.000 tidak masalah. Walaupun sebenarnya saya yakin bahwa rakyat Indonesia banyak juga yang mampu berdonasi Rp. 50.000 per orang.

LI: Muslim di dunia Internasional sedang memfokuskan perhatian pada persoalan Suriah. Apakah berdampak pada donasi rakyat Indonesia kepada MER-C?

syria palestine

Sumber foto: www.popularmechanics.com

DD: Saya pribadi berpandangan bahwa ada pengaruh persoalan Suriah pada donasi bagi Palestina kepada MER-C. Memang banyak yang bertanya-tanya mengapa MER-C tidak ke Suriah? Banyak yang menuduh bahwa MER-C itu Syiah, sehingga berpengaruh pada sumbangan rakyat Indonesia yang mayoritas Sunni terhadap MER-C. Alhamdulillah, lambat laun kondisi normal kembali, sehingga donasi kepada Palestina meningkat. Masyarakat percaya bahwa MER-C merupakan lembaga yang amanah karena merujuk pada kinerja MER-C untuk saudara kita di Palestina tersalurkan, salah satunya dengan pendirian RSI di  Gaza.

LI: Bagaimana proses keluar dari Gaza, apakah ada perbedaan dengan prosedur pada saat masuk ke Gaza saat konflik memanas?

DD: Sebenarnya sama saja antara masuk ke Gaza dan keluar dari wilayah tersebut, sama-sama sulit prosedurnya karena terkait dengan negara lain. Pada saat masuk ke Gaza, perizinannnya dilakukan di Kairo. Setelah mendapatkan izin, kami melakukan perjalanan 6 jam ke Rafah. Seteah tiba di sana, kami juga kembali menunggu karena harus berbicara dengan pihak intelijen di wilayah tersebut. Sama halnya dengan keluar, kami juga harus melewati jalur datang. Saat kami keluar dari RSI menuju Rafah, kami baru diizinkan menuju Kairo pada diplomasi yang keempat.

LI Bagaimana dengan pihak keluarga, apakah ada jaminan dari MER-C?

penggalangan dana untuk suriah

Penggalangan dana untuk Suriah, www.bumisyam.com

DD: Alhamdulillah, orang tua dan istri meridhoi langkah saya di sana. Jujur, saya kangen dengan keluarga dan orang tua. Namun, saya tenang di sini karena ridho mereka. Selain itu, ada jaminan dari dana mal MER-C, jadi keluarga para relawan disantuni (ada tunjangan keluarga). Bahkan ada tim khusus yang dikirim MER-C untuk memeriksa kesehatan orang saya di Wonogiri. Memang pihak MER-C sangat bertanggung jawab dengan keluarga para relawan.

LI: Apakah Bapak berniat kembali lagi ke Gaza?

DD: Alhamdulillah saya mendapatkan amanah lagi di sana sebagai mandor (Koordinator lapangan). Untuk datangnya peralatan. Tahun ini juga. Mechanical Electric untuk kesehatan . Total 15 orang. Ada 10 orang merupakan orang baru yang terutama dibutuhkan untukpembangunan Guest House. Kemudian, terdapat 5 orang tim yang lama salah satunya saya. Perkiraan saya, 1 bulan atau 2 bulan lagi tim tersebut berangkat ke Gaza.

LI: Berapa lama lagi proyek penyempurnaannya?

DD: Insya Allah, penyempurnaan RSI 4 bulan lagi. Setelah itu, kami berencana untuk  launching agar RSI bisa beroperasi.

LI: Tolong sampaikan pesan Bapak kepada rakyat Indonesia!

DD: Saya berterima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah berkontribusi (menyumbang) pada pembangunan RSI. Kami berharap semoga RSI bisa segera beroperasi sebagai hadiah masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina. Bagi kaum muslimin di seluruh dunia, mari kita sama-sama membebaskan Palestina dari Israel! Jika seluruh Muslim bersatu untuk membebaskan al-Quds, maka umat Islam akan menang. (Zainab/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL