Istanbul, LiputanIslam.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku berkemungkinan akan mengundang sejawatnya dari Suriah, Bashar al-Assad, ke Turki “kapan saja”.
Pernyataan yang disampaikan Erdogan pada hari Ahad (7/7) itu tak pelak menjadi indikasi kuat membaiknya hubungan antara Ankara dan Damaskus setelah mengalami keretakan parah selama Suriah dilanda pemberontakan dan gejolak terorisme sejak tahun 2011.
“Kami dapat menyampaikan undangan (kepada Assad) kapan saja,” ungkap Erdogan kepada wartawan di pesawat yang membawanya dari Berlin, di mana ia menyaksikan pertandingan antara Turki dan Belanda di Piala Sepak Bola Eropa.
Erdogan menyatakan demikian setelah ketegangan meningkat dalam seminggu terakhir terhadap pengungsi Suriah di Turki, dan terjadi aksi-aksi serangan massa Turki terhadap properti dan mobil milik warga Suriah di kota Kayseri di Anatolia tengah.
Erdogan juga mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa pemimpin negara sahabat, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, telah menawarkan diri untuk memediasi pertemuan antara Erdogan dan Al-Assad di Turki.
“Kami sekarang telah mencapai titik (kesimpulan) bahwa segera setelah Bashar al-Assad mengambil langkah menuju peningkatan hubungan dengan Turki, kami akan menunjukkan kepadanya pendekatan yang sama,” sambungnya.
Turki semula berusaha untuk menggulingkan pemerintahan Al-Assad ketika Suriah sedang mengalami masa genting pemberontakan dan terorisme yang dimotori oleh negara-negara Barat dan didukung oleh sejumlah negara regional, termasuk Turki.
Namun, belakangan ini Ankara memilih berfokus pada upaya mencegah apa yang pada tahun 2019 disebut oleh Erdogan sebagai terbukanya “koridor teror” di Suriah utara.
Erdogan telah lama mengumumkan kemungkinan dirinya mempertimbangkan kembali hubungan dengan Assad ketika pemerintahannya berupaya menjamin kepulangan pengungsi Suriah dengan aman dan sukarela. (mm/raialyoum)