Teheran, LiputanIslam.com – Setelah serangan Iran pada 14 April, Israel menyediakan rekaman video penerbangan dan pendaratan jet tempur siluman F-35 di landasan pacu Lanud Nevatim di bagian selatan wilayah pendudukan Palestina, namun terkait dengan serangan terbaru Iran bersandi Janji Setia II, Israel tidak melakukan hal yang sama, dan malah juga mengimbau warganya untuk tidak mempublikasikan gambar dan rekaman lokasi hantaman rudal Iran pada Selasa 1 Oktober.
Israel biasanya mengklaim bahwa rudal Iran, Palestina, Lebanon, dan Yaman tidak menyebabkan korban jiwa atau pun kerusakan.
Pada tanggal 14 April, beberapa jam setelah serangan Iran dengan 300 rudal balistik dan jelajah serta puluhan drone, Israel menerbitkan rekaman berbagai bandara militer di negara tersebut untuk menunjukkan kepada dunia bahwa pangkalan militernya tidak mengalami kerusakan.
Sedangkan kali ini Israel tetap bungkam serta meminta warga untuk tidak mempublikasikan gambar apa pun yang memberikan informasi kepada Iran.
Namun demikian, berita penting bocor ke khalayak dunia ihwal kerusakan besar di pangkalan-pangkalan militer Israel, termasuk pangkalan udara utama Nevatim.
Iran telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menyerang pangkalan militer, termasuk beberapa pangkalan udara, terutama Nevatim dan Tel Nof.
Iran memulai dari datanya sendiri, yaitu citra yang diperolehnya dari satelitnya sendiri sebelum kemudian gambar yang diterimanya dari Rusia dan China. Pada gilirannya, media AS seperti CNN dan Washington Post menerbitkan beberapa citra satelit yang mengkonfirmasikan kerusakan, terutama di pangkalan Nevatim.
Di sisi lain, Israel semakin terlihat di mata Teheran setelah Menlu Iran Abbas Araghchi tiba di ibu kota, Beirut, dan Israel tak berani menyerang bandara tempat mendaratnya pesawat yang membawa Araghchi.
Israel rupanya menyadari realitas bahwa segala bentuk serangan terkait dengan kunjungan Menlu Iran ke Lebanon, bahkan meski sebatas peringatan yang tak sampai mencelakan Araghchi, berisiko membangkitkan amukan Teheran, yang bisa jadi akan bersejarah bagi Tel Aviv. (mm/raialyoum)