Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Wawancara

Asy-Syahid Syeikh al-Buthi: Jangan Kafirkan Ahlul Qiblat

Published 04/04/2014 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE
Syeikh Buthi dan presiden 1
Syeikh Buthi, Grand Mufti Suriah, Presiden dan Ulama Suriah. Sumber foto: www.dokumenpemudatqn.com

LiputanIslam.com — Almarhum asy-Syahid Syeikh Said  Ramadhan al-Buthi, ulama Ahlussunah moderat dari  Suriah telah memprediksi bahwa ada ‘invisible hands’ (tangan tak terlihat) yang hendak memecah belah Suriah menjadi 5 negara.  Prediksi ini beliau sampaikan jauh sebelum media terkemuka AS, The New York Times memaparkan kemungkinan peta baru Timur Tengah sejak fenomena Arab Spring meletus. Dalam peta tersebut, Robin Wright, sang analist, ‘memekarkan’ 5 negara Arab yaitu Libya, Suriah, Irak, Arab Saudi, dan Yaman menjadi 14 negara. Pengelompokan itu didasarkan kepada agama/ sekte yang dianut mayoritas penduduk masing-masing wilayah.

Dalam sebuah pengajian di Damaskus pada tanggal 6 Juni 2011, beliau berkata,

“Skenario yang telah disiapkan untuk Suriah: pertama dimulai dengan demonstrasi, dalam rangka berusaha menurunkan Pemerintah, setelah itu aksi pengrusakan, kemudian pembunuhan dan pembakaran, upaya terlihat disana ada counter-attack. Selanjutnya akan terjadi civil-war, dimana semua orang “terpaksa” berkecimpung di dalamnya, suka atau tidak suka. Fase selanjutnya adalah, muncullah “Big Boss” ke permukaan yang selama ini invisible (tak terlihat) untuk memberi solusi. Bagaimana dia memberi solusi? Dengan memecah Suriah menjadi 5 negara!”

 Siapa sesungguhnya alm. Syeikh Buthi? Bagaimana sikap beliau atas konflik Suriah? Liputan Islam kembali mewawancarai Ustadz MM,  mahasiswa Indonesia di Suriah yang merupakan murid dari alm. Syeikh Buthi. Wawancara ini kami tuliskan dalam dua bagian. Berikut ini bagian kedua (Bagian pertama, silahkan klik di sini.)

LI: Lalu bagaimana dengan Ikhwanul Muslimin (IM) Ustadz, dan apakah Syeikh Buthi pernah terlibat konflik sebelumnya dengan SYQ?

Gusdur sang wali
Sumber foto: imtiyaz-publisher.blogspot.com

UMM: IM ada di Suriah tapi bukan mayoritas. Antara Syeikh Buthi dan SYQ tidak pernah ada konflik apapun, hanya saja mereka berbeda pandangan soal politik. Namun begitu krisis Suriah meletus, SYQ mengeluarkan fatwa – boleh memerangi seluruh pendukung Assad, itu diucapkan pada khotbah-khotbah Jum’at atau di saluran televisi Al-Jezeera. Bisa dilihat di youtube. SYQ adalah Bapak Spiritual IM, dan fatwa-fatwanya biasanya sangat ditaati oleh pengikutnya.

Berbeda dengan Syeikh Buthi. Masih terngiang untaian nasehat beliau kepada kami murid-muridnya. Beliau berkata, “Ingat, kalau sampai kalian membuka pintu ini, maka kalian akan menapaki jalan curam ke bawah dimana kalian tidak akan pernah bisa berhenti di tengah perjalanan sebelum kalian sampai di akhir jalan…”

LI: Maksudnya ‘membuka pintu ini’ apa ya Ustadz?

UMM: Maksud beliau adalah demonstrasi. Syeikh Buthi mengingatkan jika sampai diadakan demonstrasi baik oleh yang pro ataupun kontra pada pemerintah akan disambut gembira oleh pihak ketiga, dan mereka akan memanfaatkan demonstrasi tersebut hingga berujung pada tindakan anarkis. Dan beliau memprediksi hal tersebut jauh-jauh hari sebelum adanya demonstrasi.

LI: Pada akhirnya, apakah ada murid beliau yang ikut dalam demonstrasi ?

UMM: Ada,  tapi hanya segelintir orang yang tidak sependapat dengan pandangan beliau. Konflik Suriah ini dibayar terlalu mahal, bahkan beliau pun akhirnya juga ikut menjadi korban.

LI: Subhanallah, saya jadi teringat kepada sosok Guru Bangsa kita, Gusdur. Acapkali apa yang beliau lontarkan ternyata menjadi kenyataan di kemudian hari. Hingga banyak meyakini bahwa Gusdur adalah waliyullah, apakah Ustadz juga menemukan hal tersebut dalam diri Syeikh Buthi?

assad dan ulama
Syeikh Buthi dan ulama memberikan wejangan kepada Presiden Assad. sumber foto: Kabar Islam

UMM: Beliau tidak seperti Gusdur. Sikapnya itu lebih mirip seorang ayah yang sangat menyayangi anak-anaknya baik yang sholeh maupun yang tidak. Tapi bukan berarti beliau membenarkan tindakan anaknya yang tidak sholeh.

LI: Apakah Syeikh Buthi pernah berseberangan sikap dengan pemerintah?

UMM: Kalau dikatakan berseberangan, rasanya terlalu ekstrem. Tapi setahu saya, beliau memang acapkali mengkritik pemerintah jika kebijakannya tidak sesuai dengan syariat.

LI: Contoh kebijakan pemerintah Suriah yang pernah dikritik oleh Syeikh Buthi apa Ustadz?

UMM: Saya sebagai  saksi mata —  beliau mengkritik pemerintah saat memberlakukan kebijakan pelarangan jilbab untuk  para guru setingkat SD hingga  SMA, evakuasi terhadap pelajar-pelajar asing asing di sekolah-sekolah agama, tingkah laku sebagian pejabat dalam shalat istisqa, dan pemutaran sinetron yang dianggap melecehkan Islam, di depan jamaah pengajian beliau yang dihadiri lebih dari 1000 orang. Juga rencana penghapusan mata pelajaran agama di sekolah.

Atas teguran Syeikh Buthi, semua kebijakan tersebut dianulir. Alhamdulillah.

LI: Oh kalau demikian,  meski pemerintah Suriah ini walau berpaham sekuler, mereka tetap ‘mau mendengar’ kata-kata ulama ya Ustadz?

UMM: Alhamdulillah, kata-kata  ulama masih didengar walaupun tidak  semua. Karena sudut pandang pemerintah dan ulama kan berbeda. Itulah salah satu alasan beliau bersedia ketika diminta presiden untuk menjdi penasehat spiritual. Dan beliau tidak menerima satu sen pun untuk jabatan itu. Rumah beliau tetap di flat dengan satu kamar  tidur, 1 ruang tamu, 1 perpustakaan dan beranda. Beliau juga tetap tidak punya mobil.

LI: Setahun sudah Syeikh Buthi berpulang, apa yang dilakukan Suriah untuk mengenang beliau Ustadz?

peserta-risalah-amman
Syeikh Buthi di Jordan – Menandatangani Risalah Amman. Sumber foto: Inilah Salafi Takfiri

UMM: Bulan Maret kemarin diselenggarakan seminar sehari memperingati wafatnya beliau yang bertempat di Markaza Tsaqafi Kafersusseh Damaskus. Beredar kabar bahwa keluarga Syeikh Buthi juga akan mengadakan peringatan, namun saya belum mendapatkan info pastinya. Di Indoesia juga diadakan oleh alumni Suriah di sekitar Jabodetabek.

[Catatan redaktur: Untuk memperingati haul Syeikh Buthi, Pondok Pesantren Putri Al-Kenaniyah, Pulomas, Jakarta Timur menggelar acara tahlilan, dzikir dan tausiyah (26/3/2014). Acara tersebut disampaikan oleh ulama besar dari Suriah Syeikh Wahbah Al-Zuhaili, Syeikh Nabil Al-Jawwad, Mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, dan DR Lutfi Fathullah. Keempat narasumber tersebut bergantian menyampaikan pengalaman-pengalaman almarhum Syeikh Ramadhan Al-Buthi. Liputan selengkapnya bisa di baca di sini]

 LI: Kalau tidak salah, Syeikh Buthi juga ikut menandatangani Risalah Amman ya Ustadz?

UMM: Iya, beliau ikut menandatangani Risalah Amman. Di antara gagasan beliau yang ditentang kaum Wahabi adalah harus khusnudzan terhadap sesama muslim dan tidak boleh mengkafirkan sesama ahlul qiblat. Kita tidak boleh mngkafirkan sesama ahlul qiblat selagi masih mempunyai kemungkinan tetap dalam Islam walaupun kemungkinan itu hanya 1%.

Selamat jalan Syeikh Buthi, semoga Allah mengarumkan kuburmu dan menempatkanmu di antara orang-orang yang sholeh. Aamiin. (ba/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

Wawancara dengan Media Iran, Jubir Taliban: Takfiri Bahaya Besar bagi Dunia Islam

By Muhammad
Timur Tengah

Pemimpin Hamas: Jasa Jenderal Soleimani Terlihat dalam Kemenangan Palestina

By Muhammad
Analisis

Pembubaran Paksa dan Pelarangan Peringatan Asyura adalah Pelanggaran Hukum dan HAM

By Farid
Analisis

Orang Syiah Sering Dipersekusi Saat Memperingati Asyura, Begini Tanggapan Habib Husein Alkaf

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account