Situs penebar kebencian

Foto: Muslimedianews

LiputanIslam.com — Pesatnya perkembangan tekhnologi, dan mudahnya mengakses informasi, bak pisau bermata dua. Di satu sisi, kita beroleh kemudahan untuk melakukan aktivitas, namun disisi lain, konten-konten negatif yang terdapat dalam sebuah informasi pun bisa diakses dengan sangat mudah. Termasuk penyebaran ideologi atau paham yang dianut kelompok radikal yang kini tengah marak dibicarakan, yaitu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Perlahan tetapi pasti, penyebaran informasi  ISIS begitu masif di Indonesia. Mereka membuat situs-situs online, yang selalu update aktivitas dan perkembangan ISIS di Timur Tengah, dan secara aktif mensosialisasikan / mengajak pembaca untuk bergabung di barisan mereka.

Dari laporan Tempo, 5 Agustus 2014,  Institute for Policy Analysis of Conflict melansir beberapa situs online pendukung kelompok ISIS, yaitu:

  1. www.shoutussalam.com
    2.al_mustaqbal.net
    3.Arrahmah.com
    4.www.kompasislam.com
    5.millahibrahim.wordpress.com
    6.www.voa-islam.com
    7.prisonerofjoy.blogspot.com

Terkait situs Arrahmah, harus digaris-bawahi bahwa Arrahmah bukanlah pendukung ISIS, melainkan pendukung Al-Qaeda dan jaringannya. Benar, ISIS “lahir” dari rahim Al-Qaeda, namun dalam tubuh mereka terjadi perpecahan. Berawal dari Suriah, yang telah dimasuki oleh jaringan Al-Qaeda yang disebut Jahbat Al- Nusra, namun angin jihad berubah ketika kelompok ISIS, juga terjun ke dalam perang Suriah. Awalnya, kedatangannya disambut gembira karena memberikan “tambahan tenaga” bagi Al-Nusra. Namun perlahan, lantaran ketidak sepahaman ideologi dan nafsu untuk berkuasa semakin besar, mereka pun berpecah. ISIS menjadi musuh Al-Nusra. Lalu, pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zuhairi tidak mengakui ISIS sebagai jaringannya.

Perpecahan di Suriah, juga berimbas dengan perpecahan media-media jihad di Indonesia. Arrahmah, masih setia pada Al-Qaeda, sedangkan Voa-Islam, Shotussalam, Kiblatnet, mereka setia kepada ISIS.

Foto: MMN

Foto: MMN

Selain berkampanye di media online, kelompok pro-ISIS juga memproduksi majalah, yang dibagikan secara gratis pada saat proses sosialisasi/ deklarasi di Malang. Dan untuk selanjutnya, majalah ISIS tersebut bisa didapatkan melalui Al-Mustaqbal.net, dengan harga 25 ribu rupiah.

Selain situs diatas, masih adalagi situs-situs yang harus diwaspadai. Beberapa bulan yang lalu, para aktivis Nahdlatul Ulama dari berbagai institusi berkumpul adalam sebuah lokakarya, dalam acara yang bertajuk “Strategi Media dalam Penyelenggaraan Islam Damai dan Mengawal Pelayanan Publik yang Baik.”

Dan dalam kesempatan itu, Syafi’ Alielha, pemimpin redaksi NU Online, menyebutkan bahwa di Indonesia, telah bertebaran situs-situs penyebar kebencian – yang sayangnya dibiarkan saja tetap bersuara.

“Setidaknya ada empat situs yang sangat tinggi grade-nya di dunia maya: ar-rahmah.com, dakwatuna.com, voa.islam.com, hidayatullah.com,” paparnya, seperti dilansir NU Online, 21 Maret 2014.

Selain itu, ada juga  beberapa situs yang diberi label Islam, misalnya, detikislam.com, kompasislam.com, dan masih banyak yang lainnya. Sehingga, ketika kita mencari di mesin pencarian Google dengan kata kunci “Islam” maka yang keluar adalah tulisan atau berita dari website-website tersebut.

Berkenaan dengan situs-situs tersebut, Liputan Islam secara khusus pernah mengulas berbagai fitnah, propaganda, manipulasi informasi yang dlakukan secara terus menerus, untuk menggiring opini masyarakat dan menjerumuskan kepada pemahaman yang keliru. Semua ulasan LI bisa disimak di rubrik Tabayun. Dampak buruk dari keberadaan situs-situs itu begitu terasa, namun entah mengapa pemerintah Indonesia memilih mendiamkan saja. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL