Tifatul Sembiring

Tifatul Sembiring

LiputanIslam.com — Pak Tifatul, kami juga akan menyampaikan informasi yang penting untuk Bapak ketahui yaitu tentang keterkaitan Boko Haram dengan Al-Qaeda. Jadi ceritanya, menurut pengamat intelejen, pada tahun 2002 Osama bin Laden mengirimkan seorang kepercayaannya yang ditugaskan di Nigeria untuk membagikan uang senilai $ 3 juta untuk membentuk berbagai macam organisasi politik Islam yang berhaluan Salafi Wahabi yang seiring dengan cita-cita Al-Qaeda memaksakan diberlakukannya pemerintahan Islam (versi kelompoknya).

Tapi tunggu dulu, kami akan memaparkan analisis mendalam tentang Boko Haram yang disampaikan oleh Kurt Nimmo, author of Globalresearch.ca – karena tentu saja segala macam bentuk terorisme di berbagai negara memiliki kemiripan formasi dan agenda, yang tidak bisa dipandang secara hitam putih. Contohnya adalah Al-Qaeda itu sendiri, walau AS mati-matian melancarkan perang melawan terorisme [termasuk kepada Al-Qaeda], namun dilain sisi, Al-Qaeda itu justru diciptakan oleh AS. Begitu pula halnya dengan Boko Haram, apakah benar-benar memerangi segala hal yang ‘berbau’ Barat?

Baca: Pak Tifatul, Boko Haram Bukan Sekedar Halal-Haram (1)

Pada tahun 2012 , media Barat The Tribune melaporkan dana Boko Haram yang ternyata berasal dari Inggris dan Arab Saudi, bertindak sebagai sponsor utama adalah Al – Muntada Trust Fund. Sebelumnya pada tahun 2005, The Center for Security Policystated mengungkapkan bahwa “Al-Muntada telah sangat aktif dalam mempromosikan Islam ala Wahabi di Nigeria. Al – Muntada membayar ulama Nigeria untuk ‘dicuci otak’ di universitas-universitas Saudi dan lalu turut [mencuci otak] Muslim Nigeria di masjid maupun sekolah dengan dana yang mereka sediakan.”

Sekolah serupa, yang dikenal sebagai madrasah juga didirikan di Pakistan selama perang rahasia CIA melawan Uni Soviet di Afghanistan. Mereka dibiayai oleh Arab Saudi dan jaringan amal. Antara tahun 1982 dan 1992, sekitar 35.000 Muslim Radikal dari 43 negara-negara Islam di Timur Tengah, Afrika Utara dan Timur, Asia Tengah dan Timur Jauh melakukan baiat mereka di bawah api dengan mujahidin di Afghanistan,” tulis Phil Gasper. Para mujahidin Afghan pada akhirnya akan menghasilkan Al- Qaeda dan Taliban.

Dan tentu saja, seperti jaringan teroris lainnya yang mendapatkan pendanaan dan juga pelatihan dari AS dan sekutunya, Boko Haram juga telah menerima bantuan dari NATO melalui tentara bayaran Al- Qaeda Libya (Libyan Islamic Fighting Group –disingkat LIFG)

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh Al – Jazeera dengan Abu Mousab Abdel Wadoud, pemimpin AQIM (Al-Qaeda in the Islamic Maghreb- cabang Al-Qaeda di Alazair) menyatakan bahwa organisasinya yang berbasis di Aljazair telah memberikan senjata kepada Boko Haram di Nigeria untuk membela umat Islam di Nigeria dan menghentikan laju Tentara Salib.

Sedangkan AQIM, menurut Brookings Institution The Fortune 500 yang merilis artikel yang berjudul “The New Al Qaeda Menac ” mengakui bahwa keberadaan AQIM sekarang [dengan persenjataan canggih] adalah berkat intervensi NATO di Libya, dan bahwa pangkalan AQIM di Mali , Afrika Utara, berfungsi sebagai markas untuk kegiatan teroris di seluruh wilayah.

Dengan demikian, kita bisa membuat sebuah alur jalannya persenjataan (dan tentu saja kebutuhan logistik lainnya) berasal dari NATO => Libya (LIFG) => Aljazair (AQIM) => Nigeria (Boko Haram).

Lalu, apa tujuan zesungguhnya Boko Haram diciptakan? Seperti halnya Irak yang kaya minyak dan kini menjadi negara yang dipenuhi teror sepanjang tahun, Nigeria adalah produsen minyak terbesar ke-13 di dunia. Sumber daya yang lain di Afrika adalah gas alam, timah, bijih besi, batu bara, batu kapur, niobium, timah, seng dan tentu saja — tanah yang subur.

Negara potensial seperti ini tentu saja sangat menarik minat bagi gerombolan lintah penghisap darah seperti AS dan sekutunya, yang sayangnya, saat ini China menjalin kerjasama yang baik dengan negara-negara di kawasan Afrika. Untuk itulah, perlu bagi AS dan sekutunya untuk meyakinkan kepemimpinan Cina yang baru untuk tidak melanjutkan hubungan transaksional yang menguntungkan dengan negara-negara tersebut, dengan adanya berbagai macam terorisme di Afrika. Oleh karena itu, perang melawan teror yang dicanangkan AS di Afrika akan menciptakan ketidakstabilan dan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi China.

Pada tahun 2012, Obama mencanangkan kebijakan War Powers Resolution (hukum federal yang bisa diambil Presiden Amerika Serikat yang berkaitan dengan konflik bersenjata tanpa persetujuan dari Kongres ) untuk meningkatkan jumlah personil militer AS yang dikerahkan ke Nigeria. Komandan AS untuk Africa Command ( Africom ) pada saat itu– Jenderal David M. Rodriguez, mengatakan operasi Boko Haram mengancam Nigeria, Kamerun, Mali dan Chad. Rodriguez juga mengatakan AS memiliki otoritas di Afrika dalam menanggapi ancaman yang ditimbulkan oleh Al- Qaeda [dan affiliasinya].

Dan memang demikian adanya, Boko Haram tak henti-hentinya melakukan aksi untuk meneror masyarakat Nigeria, dan kasus yang saat ini sangat heboh adalah kasus penculikan pelajar putri. Pada malam 14-15 April 2014, sekelompok militan menyerang sekolah menengah perempuan pemerintah satu-satunya di Chibok, Nigeria. Mereka masuk ke sekolah, menembaki para penjaga dan membunuh seorang tentara. Sejumlah besar siswa dibawa pergi dalam truk, mungkin ke daerah Konduga dan kemudian ke tengah hutan Sambisa dimana Boko Haram diketahui telah membangun markasnya. Sekolah di Chibok juga dibakar dalam insiden itu.

Sebenarnya sekolah telah ditutup selama empat minggu sebelum serangan itu karena situasi keamanan yang memburuk, tetapi para siswa dari beberapa sekolah telah dipanggil untuk mengikuti ujian akhir mata pelajaran fisika. Ada 530 siswa dari beberapa desa yang terdaftar untuk mengikuti ujian, meskipun tidak jelas berapa banyak yang hadir pada saat serangan itu. Anak-anak itu berusia 16 sampai 18 tahun dan berada di tahun terakhir mereka sekolah. Laporan awal mengatakan 85 siswa diculik dalam serangan itu. Selama akhir pekan 19-20 April, militer mengeluarkan pernyataan yang mengatakan lebih dari 100 dari 129 gadis yang diculik telah dibebaskan. Namun, pernyataan itu ditarik kembali, dan pada tanggal 21 April, orang tua mengatakan 234 anak perempuan yang hilang. Sejumlah siswa berhasil meloloskan diri penculikan dalam dua kelompok. Akhirnya pada tanggal 2 Mei polisi membuat pernyataan bahwa sekitar 276 anak-anak diculik dalam serangan itu dan 53 anak berhasil lolos.

Dan setelah menjabarkan serangkaian fakta di atas, kami hendak mengingatkan kembali bahwa Anis Matta, Presiden PKS, partai tempat Bapak bernaung yang telah membawa Bapak di kursi menteri adalah pengagum berat dari Osama bin Laden. Suatu hari, Anis Matta membuat puisi untuk gembong teroris tersebut, sebagai berikut:

Surat Untuk Osama

Osama,
Kamu tidak pernah bilang padaku
Kalau kamu mau meledakkan WTC dan Pentagon
Bush juga tidak punya bukti sampai sekarang
Jadi aku memilih percaya
Pada cinta yang terpancar
Di balik keteduhan matamu
Pada semangat pembelaan yang tersimpan
Di balik lebat janggutmu.

Osama,
Kamulah yang mengajar
Bangsa-bangsa yang bisu untuk bisa bicara
Maka mereka berteriak.

Kamulah yang menanam bibit-bibit keberanian,
Di ladang jiwa orang-orang penakut
Maka mereka melawan.

Kamulah yang menebar nikmat kemerdekaan,
Di renung kalbu orang-orang tertindas
Maka mereka berjuang.

Kamulah yang mengobarkan harapan di langit
Hati orang-orang terjaga
Maka mereka memberontak.

Osama…
Kamulah yang mengunci mulut bangsa-bangsa adidaya,
Supaya mereka terdiam
Maka mereka hanya bisa mengamuk.

Kamulah yang meruntuhkan keangkuhan
Dari jidat bangsa-bangsa arogan
Maka mereka terbungkam.

Kamulah yang merampas rasa aman
Dari jiwa bangsa-bangsa tirani
Maka mereka tak pernah bisa tidur nyenyak.

Kamulah yang merenggut selera hidup
Dari langit hati bangsa-bangsa makmur itu
Maka mereka tak lagi menikmati hidup.

Osama oh Osama… Osama oh Osama…
Mari kita nyanyikan lagu kemenangan
Bersama nurani anak-anak manusia
Yang telah menemukan kehidupannya.

Osama oh Osama… Osama oh Osama…
Mari kita senandungkan lagu keabadian
Bersama nurani anak-anak manusia
Yang merindukan taman surga.

Jawaban Osama

Saudaraku,
Surat ini sudah kuterima
Aku baik-baik saja di sini
Aku masih minum teh di pagi hari
Dan menikmati sunset di sore hari
Aku juga masih mengendalikan bisnis
Dan mengontrol jaringan Al-Qaidah
Dari balik gua-gua Afghanistan.

Tenanglah saudaraku,
Karena jadwal kematianku
Tidak ditulis di Pentagon atau Gedung Putih.

Saudaraku,
Aku menonton aksi-aksi kalian di TV Al-Jazirah
Aku senang kalian mulai berani berbicara
Aku suka kalian sudah bisa bikin Bush marah-marah
Aku gembira kalian sudah bisa bilang tidak
Aku bahagia kalian mulai belajar jadi singa
Aku terharu kalian miskin-miskin tapi mau nyumbang…
Aku terheran-heran kalian kecil-kecil
Tapi mau jihad ke Afghanistan
Aku pikir kalian ini anak-anak ajaib.

Saudaraku aku mau buka rahasia sama kamu
Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa.

Kamu tahu nggak,
Kenapa orang-orang Taliban sayang sama aku
Kata mereka ternyata karena aku lucu
Bocah-bocah Afghan juga senang padaku
Kata mereka karena aku bawa mainan
Pesawat-pesawat Amerika untuk mereka
Para pemulung Afghanistan juga suka padaku
Kata mereka karena roda-roda lama mereka itu
Bisa jadi besi tua yang laris.

Orang-orang Amerika itu terlalu serius
Padahal kita cuma sedang bermain di halaman surga.

Saudaraku,
Kalau nanti Allah memilihku jadi syahid
Utusanku akan datang menemuimu
Membawa sebuah pundi kecil
Itulah darahku,
Siramlah taman jihad di Ambon, di Ternate dan Poso
Tapi kalau aku bisa mengubur keangkuhan Amerika di sini
Aku akan datang ke Indonesia
Kamu tahu apa yang akan aku lakukan
Aku hanya mau investasi di negerimu.

Pak Tifatul, ini pertanyaan kami untuk Bapak, sebagai sesama kader PKS, apakah Bapak juga pengagum Osama bin Laden? Tentu saja kami berharap bahwa jawabannya adalah tidak. Indonesia terlalu kaya dan terlalu indah jika harus dijadikan medan jihad yang dipenuhi aksi terorisme, penculikan, pemerkosaan, penggal kepala, dan segala bentuk kejahatan lainnya – yang anehnya, mengatas-namakan Islam. Bukankah ini tidak sesuai dengan prinsip bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta alam? Jika Bapak bukan pengagum Osama bin Laden, tentunya kami akan menyimpulkan bahwa Bapak bukanlah pengagum Boko Haram. Namun, penderitaan, darah dan air mata rakyat Nigeria oleh aksi Boko Haram, sedikitpun tidak pantas ditanggapi dengan candaan dan gelak tawa. Demikian, terimakasih. (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL