Tifatul Sembiring

Tifatul Sembiring

LiputanIslam.com — Pak Tiffatul, ketika Anda ditanya berkenaan dengan Boko Haram, dengan nada bercanda Anda menjawab “Mau serius atau bercanda,” seperti yang dilansir Tempo.co

Saat itu akun twitter @sahaL_AS yang menanyakan pendapat Bapak mengenai situs Arrahmah, yang memuji Boko Haram sebagai pejuang. Tanggapan yang terkesan terlalu bergurau tersebut masih ditambah dengan jawaban kedua Anda, “Sekolah jauh2, soal halal-haram masih nanya, please bro.. :D”

Jujur ya Pak, kami sangat prihatin atas jawaban yang Bapak berikan kendatipun maksudnya hanya sebagai candaan, dikarenakan berbagai kasus mengenai Boko Haram ini bersinggungan dengan kemanusiaan. Untuk itulah kami akan membantu merincikan kepada Bapak, tentang apa dan siapa Boko Haram, tentunya kami berharap selaku Menkominfo , Bapak bisa lebih bijak dalam melakukan komunikasi.

Pak Tifatul, Boko Haram adalah kelompok atau organisasi militan Islam Radikal yang berbasis di Nigeria, didirikan oleh Mohammed Yusuf pada tahun 2002. Kelompok ini berusaha untuk mendirikan sebuah negara Islam murni yang berdasarkan atas syariat Islam. Menolak Westernisasi, dan kini semakin agresif dan intensif melakukan pembunuhan, kebrutalan yang tanpa pandang bulu. Kelompok ini berkembang menjadi mesin pembunuh paling aktif dan contoh paling nyata bahaya radikalisme terhadap negara.

Mereka mengebom, menembak, membantai, dan menculik warga sipil atau militer. Lokasi sasaran mulai dari pasar, asrama, kantor pemerintah, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, bank, terminal bus, pos polisi, barak militer, serta kantor lembaga asing. Menurut berbagai sumber, kekerasan terkait dengan ulah Boko Haram telah mengakibatkan sekitar 10.000 kematian antara tahun 2002 dan 2013.

Saya ajak Bapak untuk menyimak berbagai serangan yang dilakukan oleh Boko Haram pada tahun ini yang berhasil kami himpun. Pada tanggal 15 Februari 2014, lebih dari 50 orang dinyatakan meninggal ketika kelompok militan bersenjata Boko Haram menyerang desa Izge, menembaki warga dengan membabi buta, menyembelihi mereka, dan mencegat siapa saja yang berusaha melarikan diri dalam serangan mematikan 5 jam tersebut. Angka kematian bertambah menjadi 100 seiring bertambahnya korban meninggal di rumah sakit University of Maidugiri Teaching.

Lalu setelahnya, tiga orang tewas terbunuh dalam serangan kelompok militan Boko Haram yang dilancarkan kembali ke sebuah desa di timur laut Nigeria, Minggu 23 Februari 2014.Saksi mata melaporkan, kelompok militan ini merusak, menembaki dan melemparkan bom api ke rumah-rumah penduduk yang masih tersisa di desa Izghe, wilayah Borno, menyusul serangan sebelumnya yang menghancurkan desa dan menewaskan ratusan penduduk.

Warga yang masih tinggal terpaksa melarikan diri ke daerah Madagali. Maina Ularamu, pemimpin daerah Madagali mengatakan kepada AFP, “Tak ada yang tertinggal kecuali puing-puing yang terbakar.” Warga meninggalkan Izghe untuk mengungsi dikarenakan seluruh desa habis terbakar. Setidaknya 10.000 penduduk Izghe dan sekitarnya mengungsi ke Madagali.

Siapakah yang diserang Boko Haram? Mari dengarkan pernyataan Gubernur Borno, Nigeria, Kashim Shettima. Ia membantah tuduhan bahwa hanya orang-orang Kristen yang menjadi target serangan yang terjadi pada masyarakat Izge (di daerah Gwoza), Shettima mengatakan bahwa masyarakat yang diserang mayoritas berpenduduk muslim. Ia juga meminta masyarakat Nigeria untuk melihat Boko Haram sebagai musuh bersama dan tidak melihatnya sebagai aliran agama seperti yang selama ini diyakini.

“Gwoza adalah wilayah terparah yang menjadi korban serangan Boko Haram. Beberapa bulan lalu mereka juga berusaha menyerang istana saya, namun karena hal itu tidak bisa mereka lakukan, mereka kemudian menumpahkan kemarahan mereka dengan menyerang peternakan saya dan menghancurkan segalanya,” ungkap sang Emir mengeluhkan bagaimana penduduk desa harus hidup setiap harinya dalam ketakutan dan ancaman pembunuhan.

Pada Mei 2013, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengumumkan keadaan darurat di tiga wilayah Nigeria meliputi wilayah Borno, Yobe dan Adamawa. Menurut data yang dihimpun PBB, 1.200 orang diperkirakan tewas semenjak keadaan darurat diberlakukan.

Jadi Pak Tifatul, Boko Haram ini adalah teroris, yang melakukan berbagai aksi terorisme kepada rakyat Nigeria. Layakkah terorisme ini dijadikan sebagai bahan candaan? Tempo merilis, bahwa Oluwaseun Bamidele dalam Journal of Sustainable Development in Africa (Volume 14, Nomor 1, 2012) mengatakan, Nigeria layak disebut ”negara gagal” seperti Somalia, Afganistan, Irak, Pakistan, dan Yaman. Hal ini karena teroris beroperasi bebas dan merencanakan serangan dengan senjata canggih.

Bersambung ke bagian kedua

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL