rudiantaraLiputanIslam.com – Berulang-ulang kali, saya (redaktur) menyerukan kepada pemerintah yang memiliki kontrol terhadap arus informasi di Indonesia, untuk bertindak tegas terhadap berbagai situs di internet yang memiliki kecenderungan memproduksi berita hoax, fitnah, hingga menyebarluaskan ideologi Islam radikal. Namun sayang, sejauh ini tidak ada progres yang mengembirakan. Situs-situs itu tetap eksis dan leluasa meracuni pikiran masyarakat.

Namun pernyataan dari kementrian baru, bahwa pemerintah mulai menargetkan untuk menutup situs-situs di internet penyebar fitnah yang selama ini dinilai meresahkan masyarakat, adalah harapan baru. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan sudah mempunyai mekanisme untuk menindak situs-situs yang meresahkan masyarakat.

“Nanti dilihat, ada prosesnya,” kata Rudiantara di kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Jumat, (31/10/2014) seperti dilaporkan Tempo.

Rudiantara, menyatakan bahwa tindakan yang diambil berpihak pada masyarakat, dan berjanji akan menindak tegas situs-situs meresahkan tersebut untuk kepentingan bangsa yang berkepribadian dan berbudaya.

Sebagaimana yang sudah sering diulas Liputan Islam dalam rubrik Tabayun, saat ini dunia maya dipenuhi dengan berbagai situs provokatif yang memiliki kecenderungan menyebar fitnah kepada kelompok lain yang tidak sepaham. Situs-situs berikut ini, sangat memenuhi syarat untuk dibasmi:

Arrahmah http://arrahmah.com

Situs penyebar ideologi Islam radikal, menganggap kelompok teroris seperti Al-Qaeda dan affiliasinya sebagai mujahidin yang harus didukung penuh. Situs ini, dibawah naungan PT Arrahman Media, direkturnya bernama Muhammad Jibril Abdurahman atau Muhammad Ricky Ardhan.

Al Mustaqbal Channel http://al-mustaqbal.net

Situs pendukung gerakan teroris transnasional Irak dan Suriah (ISIS), dipimpin oleh Muhammad Fachry, dan mencantumkan nomor kontak dan alamat redaksi 08161625272 – 085718300445, Jalan Salemba Bluntas,Gg. H.Murtadho XII/238 A, Jakarta 10440, email: redaksi@al-mustaqbal.net. Al Mustaqbal aktif sejak Maret 2012 di host rumahilmu.com selanjutnya beralih ke jogjahost.com sampai sekarang.

Shotussalam http://shoutussalam.com

Situs pendukung ISIS, sudah eksis sejak akhir 2011 lalu meskipun sudah didirikan sejak 2010, berawal dari kumpulan mahasiswa alumni Rohis SMA dan pesantren. Email  redaksi@shoutussalam.com dan office@shoutussalam.com, Web ini memiliki susunan redaksi, pemrednya Kaab As-Sidani.

4. Kompas Islam http://kompasislam.com

Situs ini, sebagaimana situs-situs diatas adalah pendukung ISIS, yang konsisten menyebarkan ideologi kekerasan. Email redaksi@kompasislam.com atau kompasislam@gmail.com. Telp 02194013694. Pemprednya bernama Abdullah. Namer servernya di ardetamedia.com dari yang semula di ardhosting.com.

Voa-Islam http://voa-islam.com

Situs Voa-Islam, selain sangat vokal dalam menyebarkan ideologi Islam radikal, juga sangat provokatif saat mengulas kondisi tanah air. Pada dasarnya, Voa-Islam tidak menghendaki NKRI dan memimpikan sebuah Khilafah Islamiyah.

Panjimas http://panjimas.com/

Baru dirilis dalam beberapa bulan terakhir, sudah menampakkan wajahnya sebagai pendukung ideologi ekstremis seperti ISIS. Menyebarkan kebencian kepada pihak lain dengan menggunakan isu-isu sekterian.

Selain situs-situs diatas, masih banyak lagi situs lainnya yang wajib dipelajari oleh Pemerintah, seperti:

Muqawamah: http://muqawamah.com/

Detik Islam: http://detikislam.com/

Nahi Munkar: http://www.nahimunkar.com/

Islampos: http://www.islampos.com/

PKS Piyungan: http://www.pkspiyungan.org/

Koepas: http://koepas.org/

Kiblat: http://www.kiblat.net/

Kajian Mujahid http://www.kafilahmujahid.com

WA Islama: http://www.waislama.net

Syam Organizer: http://www.syamorganizer.com/

Hidayatullah Online: http://hidayatullah.com

Suara Islam: http://suara-islam.com

Kabar Suriah: http://www.kabarsuriah.com

Sunnah Care: http://www.sunnahcare.com

Daulah Islam: http://daulahislam.com

LPPI Makassar: http://www.lppimakassar.com

Hakekat: http://www.hakekat.com

Masih banyak lagi website dan blog berhaluan radikal, termasuk di Facebook dan Twitter. Sudah saatnya pemerintah bergerak dan tegas jika memang serius membangun Indonesia yang lebih baik. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL