Artikel Propaganda Vivanews

Artikel Propaganda Vivanews

LiputanIslam.com — Jutaan rakyat Irak berduyun-duyun bergabung menjadi relawan untuk membantu Tentara Irak memerangi ISIS. Ulama-ulama Sunni dan Syiah juga menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat Irak untuk mengangkat senjata. Wanita-wanita Irak pun tak ketinggalan berlatih menggunakan senjata – minimal untuk melindungi diri mereka sendiri. Namun anehnya, di tanah air, muncul berita janggal dari VivaNews: “ISIS Keras Terhadap Tentara, Lembut Terhadap Warga Irak.”

Menurut Viva, mengutip kesaksian warga, pasukan ISIS konon sangat rendah hati dan tidak meneror penduduk sipil. Hanya terlihat beberapa militan ISIS yang mengenakan penutup hitam, itu pun hanya di pos pemeriksaan. “Tidak, tidak, tidak. Sebaliknya, mereka menyambut baik masyarakat,” kata seorang wanita saat ditanya apakah ISIS menyakiti warga.

Benarkah demikian?

Human Right Watch (HRW), melaporkan pada 12 Juni 2014, bahwa pihaknya telah mendokumentasikan kejahatan yang dilakukan oleh ISIS, baik di Irak  maupun Suriah. Kejahatannya antara lain:  serangan dengan menggunakan mobil bom bunuh diri di wilayah sipil, melakukan eksekusi, penyiksaan dalam tahanan, diskriminasi terhadap perempuan, dan perusakan terhadap situs-situs keagamaan yang dihormati.

Foto wanita Irak berlatih, Al-Alam

Foto wanita Irak berlatih, Al-Alam

“Kemungkinan ISIS akan mengulangi kekejaman yang telah dilakukan [di Suriah]  terhadap Irak, dan memaksakan aturan intoleran dan brutal… ” jelas Nadim Houry, wakil direktur Human Rights Watch di Timur Tengah.

Lalu, bagaimana tanggapan masyarakat Irak dengan hadirnya ISIS?

“Saya tidak merasakan  aman sedikitpun,” kata seorang warga Mosul, kepada  HRW.

“Saya takut ISIS, mereka mungkin membunuh saya dengan berbagai alasan:  karena saya bekerja sebagai pegawai pemerintah, atau saat mereka melihat bahwa saya tidak pergi ke masjid dan berdoa seperti yang mereka kehendaki, atau bisa juga saya dibunuh karena jenggot saya tidak cukup panjang.”

Pada bulan Mei, sebelum ISIS benar-benar menguasai Mosul secara penuh, HRW  telah mencatat banyak pelanggaran terhadap warga sipil oleh kelompok lokal di kota dan daerah sekitar  selama enam bulan sebelumnya. Termasuk 10 eksekusi, dua kali penculikan, dan beberapa serangan terhadap wartawan.

Jika benar ISIS berlaku baik kepada rakyat Irak, lantas, buat apa mereka berbondong-bondong menjadi relawan untuk membantu Tentara Irak menumpas ISIS? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL