Professor David Bellamy

Professor David Bellamy

LiputanIslam.com — Beberapa hari terakhir ini, media sosial dihebohkan oleh berita yang menyebutkan bahwa seorang Pendeta Katolik memeluk agama Islam setelah mengalami koma selama 17 bulan. Eduardo, demikian namanya, mengaku ada saat ia koma, mendengar Allah berbicara padanya dan menunjukkan keindahan langit. Berita ini dipublikasi oleh Islampos, di tautan ini.

Di maraknya kasus intoleransi dan pertikaian terkait SARA yang terjadi di tanah air, tak ayal berita ini pun menjadi bola panas yang liar. Sebagaian kaum Muslimin girang bukan kepalang, dan beramai-ramai menyebarkan berita ini, sehingga umat Nasrani  merasa terusik. Apalagi, informasi ini dirasa jauh dari valid, seperti yang diungkapkan oleh Antonius Sinaga.

“Setelah saya mencari informasi lebih banyak dan bertanya kepada beberapa pastor (Gereja Katolik memiliki informasi valid tentang para imam), saya menemukan bahwa imam dalam Gereja Katolik tidak pernah disebut pendeta, tetapi pastor, romo, pater,” terangnya.

Artikel yang dipublish Islampos, klik untuk memperbesar

Artikel yang dipublish Islampos, klik untuk memperbesar

Selain itu, lanjut Antonius, gambar yang digunakan oleh Islampos adalah Professor David Bellamy. Dia bukan seorang pendeta apalagi seorang pastor.

Penelusuran lebih lanjut mendapati bahwa berita itu diunggah pertama kali oleh World News Daily Report, sebuah situs satire. Berikut keterangannya:

World News Daily Report  (WNDR) is a news and political satire web publication, which may or may not use real names, often in semi-real or mostly fictitious ways. All news articles contained within worldnewsdailyreport.com are fiction, and presumably fake news. Any resemblance to the truth is purely coincidental, except for all references to politicians and/or celebrities, in which case they are based on real people, but still based almost entirely in fiction.

http://worldnewsdailyreport.com/disclaimer/

http://worldnewsdailyreport.com/disclaimer/

[World News Daily Report adalah sebuah website satire tentang berita dan politik, yang kadang-kadang menggunakan nama asli, artikel disini separuhnya adalah fakta dan separuhnya lagi fiktif.

Semua artikel yang termuat dalam WNDR adalah fiksi, dan bisa saja merupakan berita palsu. Jika ada kemiripan dengan realitas yang ada, maka itu hanyalah sebuah kebetulan, kecuali, untuk artikel yan merujuk pada politisi, selebriti, atau tokoh-tokoh lain yang memang nyata. Namun secara keseluruhan, semuanya didasarkan pada fiksi semata]

Siapakah penggagas situs WNDR?

World News Daily Report is an American Jewish Zionist newspaper based in Tel Aviv and dedicated on covering biblical archeology news and other mysteries around the Globe.

http://worldnewsdailyreport.com/about-us/

http://worldnewsdailyreport.com/about-us/

Our News Team is composed of award winning christian, muslim and jewish journalists, retired Mossad agents and veterans of the Israeli Armed Forces. We are based in Tel Aviv since 1988 where are published more then 200,000 copies of our Daily Report paper edition everyday.

[WNDR adalah surat kabar milik Yahudi Zionis Amerika yang berbasis di Tel Aviv, berdedikasi untuk meliput berita arkeologi dan misteri lainnya yang terjadi di seluruh dunia.

Tim kami adalah kumpulan dari jurnalis Kristen, Muslim, dan Yahudi yang pernah memenangkan penghargaan, pensiunan agen Mossad, dan veteran dari Angkatan Bersenjata Israel. Kami berbasis di Tel Aviv sejak 1988 dan telah memproduksi 200.000 eksemplar surat kabar perhari]

Lalu, siapakah Islampos?

Situs yang cukup populer ini adalah sebuah media yang cukup aktif menebarkan propaganda sekterian atas konflik Suriah, sebagaimana yang pernah ditulis dalam artikel ini. Islampos, turut menjadi media pendukung teroris yang tengah memberontak di Suriah, dan menggiring opini publik dengan menghembuskan isu Sunni vs Syiah. [Risalah Amman menegaskan bahwa ada delapan mazhab yang sah diakui dalam Islam. Selain itu, Habib Ali-Al Jufri menyatakan, musuh sejati Sunni-Syiah adalah pihak-pihak yang sengaja membuat keduanya bermusuhan.]

Dan dengan mempublikasikan sebuah berita dari situs satire yang tidak jelas kebenarannya, selain mengabaikan firman Allah untuk meneliti benar-tidaknya sebuah berita (Al-Hujuraat:6), lagi-lagi Islampos menunjukkan jati dirinya sebagai media pemecah belah. Kali ini, targetnya adalah rakyat Indonesia yang heterogen. Akibat sepak terjang Islampos dan media sejenisnya, Islam menjadi bahan tertawaan lantaran pemeluknya dianggap begitu bodoh, lugu, dan mudah ditipu. Semoga Allah melindungi kita semua dari media-media perusak keharmonisan bernegara. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL