London,LiputanIslam.com-Harian transregional Rai al-Youm menulis, keputusan AS untuk tidak menempatkan kapal induknya di Teluk Persia menunjukkan, intelijen militer AS percaya bahwa rudal-rudal Iran sanggup menghantam target berjarak 350 km.

“Di tengah suasana tegang dan ancaman terjadinya perang, sebagian pihak berkeyakinan bahwa kapal-kapal perang AS akan ditempatkan di Selat Hormuz, dan USS Abraham Lincoln akan bergabung dengan armada ke-5 AS di Bahrain. Faktanya, hal ini tidak terwujud,”tulis Rai al-Youm.

“Keputusan Washington untuk menjauhkan USS Lincoln dari Teluk Persia didasari salah satu dari dua motif: politis atau militer. Jika motifnya politis, ini menunjukkan bahwa AS ingin menghindari konflik militer, juga bahwa mereka tahu tak akan terjadi perang. Ada atau tidaknya USS Lincoln tidak berpengaruh pada keputusan ini.”

Baca: Foto: Antara Pasukan AS dan Rudal Iran

“Namun, jika motifnya militer, yang tampaknya paling mungkin, itu adalah bagian dari sikap kehati-hatian AS. Pentagon menjauhkan USS Lincoln dari perairan Teluk Persia, karena sulit untuk melindungi kapal induk ini dalam ruang laut terbatas seperti Teluk Persia. Perangkat perang lain yang mengiringi kapal induk (seperti kapal selam) juga tak bisa berbuat apa-apa dalam ruang sempit dan kedalaman laut, yang tidak lebih dari 150 meter dalam situasi terbaiknya,”lanjut Rai al-Youm.

“Faktor-faktor geografis dan kekuatan rudal Iran, terutama rudal-rudal yang belum dikenal, serta potensi ancaman dari speedboat yang sanggup melontarkan rudal, adalah ancaman nyata bagi keamanan kapal-kapal perang AS, terutama kapal induknya.”

Menurut harian terbitan London ini, USS Lincoln telah mengambil jarak hingga 450 mil, yang dalam jarak ini diyakini mereka bisa menghadapi ancaman bahaya rudal-rudal Iran. Jarak ini memberi peluang kepada Pentagon untuk memberi peringatan dini dan menyiapkan perangkat militer guna menghadapi tembakan rudal Iran.

“Ini adalah kali pertama dalam sejarah kehadiran armada kapal ke-5 AS, bahwa sebuah kapal induk mendekati Teluk Persia, namun tidak memasuki pangkalan utamanya di Bahrain,”pungkas Rai al-Youm. (af/alalam)

Baca:

Biaya Mahal Pengiriman Kapal Induk AS Ditanggung Saudi dan UEA

Iran akan Hempaskan Militer AS dengan “Senjata Rahasia”

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*