Doha,LiputanIslam.com-Harian terbitan Qatar, al-Sharq, menulis, seperti yang diminta Donald Trump sebelum ini, Riyadh dan Abu Dhabi akhirnya membiayai keberadaan pasukan asing dan kapal induk USS Lincoln di Timteng.

Dalam laporan al-Sharq, Selasa (21/5) disebutkan, media-media Saudi dan UEA berusaha memperkeruh situasi sejak dimulainya perang verbal antara Iran dan AS. Media-media kedua negara disebut memprovokasi agar kedua belah pihak terlibat perang.

Oleh sebab itu, media-media Saudi dan UEA berupaya mengkambing hitamkan Iran terkait ledakan di pelabuhan Fujairah. Teheran dituding keduanya sebagai faktor ringkihnya stabilitas di kawasan.

Tuduhan serupa juga dialamatkan ke Iran pasca serangan nirawak Ansharullah ke fasilitas minyak Saudi. Iran diklaim sebagai pemberi instruksi serangan dan dicap sebagai pendukung terorisme.

Riyadh dan Abu Dhabi, tulis al-Sharq, telah berinvestasi banyak untuk menyulut perang Iran-AS. Sebab itu, tidak heran jika keduanya bersedia membiayai keberadaan kapal induk USS Lincoln di Timteng.

Sebelum ini, Trump menyatakan bersedia mengirim kapal induknya, asal Saudi dan UEA siap menanggung biayanya.

Berdasarkan riset situs Alliant Group, USS Lincoln adalah salah satu kapal induk AS terbaru. Biaya rata-rata operasional dan perawatan tahunannya mencapai angka 240 hingga 320 juta dolar.

Saudi dan UEA termasuk yang pertama kali menyambut baik keluarnya AS dari kesepakatan nuklir (JCPOA). Kini seiring meningkatnya tensi Teheran-Washington, Riyadh dan Abu Dhabi berupaya memanas-manasi perseteruan.

Di lain pihak, negara-negara seperti Qatar, Oman, Irak, Kuwait, dan lainnya menegaskan, perang di Teluk Persia tidak menguntungkan siapa pun, serta akan menyeret kawasan ke nasib yang tak menentu. (af/alalam)

 

Berita Terkait:

Soal Ancaman Trump kepada Iran, Senator AS: Ancaman Bocah SD!

Tak Ada Perang, Tapi Tak Ada Perundingan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*