Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Jangan Fitnah Hamas Dong !

Published 24/08/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

tiga remaja israelLiputanIslam.com — Dalam beberapa hari terakhir ini, beberapa media-media Barat dan Israel, semisal Usatoday, The Guardian, Times of Israel, kompak menurunkan artikel terkait penculikan tiga remaja Israel di Tepi Barat. Mereka mengutip pengakuan ‘tokoh’ Hamas bahwa pelaku penculikan adalah Hamas. Situs Islamtoleran.com juga ikut-ikutan melaporkan pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Liputan Islam telah mengungkap bahwa penculikan itu dilakukan oleh kelompok militan Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis yang terindikasi berafiliasi dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. (Baca: Inilah, Pelaku Penculikan Tiga Remaja Israel). Harap dicatat, bahwa militan ini telah mengakui bahwa mereka yang melakukan penculikan tersebut.

Nah jika kini tiba-tiba saja ada sosok yang ‘ujug-ujug’ mengaku sebagai pemimpin Hamas, dan menyatakan bahwa Hamas yang melakukan penculikan itu, seharusnya disikapi dengan kritis, bukan langsung ditelan mentah-mentah. Minimal, kita harus mempertanyakan, siapakah sosok yang mengaku diri sebagai ‘pemimpin Hamas’ tersebut?

Namanya, Saleh Arouri (SA), menetap di Turki. Uniknya, media-media ini tidak kompak dalam memberikan predikat kepadanya. The Guardian, menyebut SA sebagai ‘Veteran Hamas’, Times of Israel menyebutnya sebagai ‘deported terrorist’ sedangkan Daily Mail menyebutnya sebagai ‘a long-serving militant’. Bandingkan, dengan predikat yang diberikan kepada Khaleed Meshal, semua media pasti kompak menyebutnya sebagai Kepala Biro Politik Hamas.

Jadi, siapa SA sebenarnya?

Dari pernyataan media-media tersebut diatas, bisa disimpulkan bahwa SA adalah salah satu pejuang Hamas, namun telah meletakkan senjata, menetap di Turki, dan karenanya, ia disebut veteran Hamas.

Di Indonesia, kita menemukan banyak veteran, dan hal itu tidak terdengar aneh. Belanda dan Jepang, sudah enyah dari Indonesia, tidak ada lagi peperangan. Namun bagaimana dengan Palestina? Apakah perjuangan mengusir Zionis Israel sudah berakhir, sehingga harus meletakkan senjata dan memilih berleha-leha di Turki?

Bukankah selama ini kita kerap menemukan, bahwa pejuang-pejuang Hamas berperang hingga titik darah penghabisan, dan mereka gugur sebagai syuhada dalam membela tanah air tercinta?

Tentu, meletakkan senjata dan hidup tenang juga merupakan hak. Siapapun bisa melakukannya. Hanya saja, setelah cuci tangan dari perjuangan dan memilih meninggalkan Palestina, apakah ia masih layak disebut ‘Pemimpin Hamas’? Mikir dong !

Lebih aneh lagi, ia mengeluarkan pernyataan itu kepada media-media Barat corong Zionis, yang memang ‘bertugas’ membuat propaganda untuk mendeskreditkan perjuangan Hamas. Jika pejuang-pejuang Indonesia di jaman penjajahan menggunakan bambu runcing untuk melawan Belanda – dan kini kita mengenangnya sebagai pahlawan, lalu mengapa Hamas tidak boleh melawan Israel, yang juga menjajah negerinya? Mengapa kelompok yang membela negaranya harus disebut teroris? Mikir dong !

Ella Devianti, seorang jurnalis yang pernah meliput ke Gaza, juga mengungkapkan keprihatinannya atas artikel yang diangkat situs Islamtoleran.com, yang tak lebih dari perpanjangan propaganda Barat dan Israel. (Baca: Kisah Perjalanan ke Gaza)

“Pertama, saya sedih dengan website Islam Toleran ini. Judulnya toleran tapi isu-isu yang diangkat lebih sering provokatif dan memecah belah,” sesalnya.

“Kedua, saya pernah liputan ke Gaza dan bertemu dengan pasukan khususnya Hamas. Warga Gaza tidak pernah merasa takut atau benci dengan Hamas. Mereka semua cuma benci pada satu: Israel,” lanjutnya.

Ella menyebutkan, di Gaza terdapat banyak organisasi, seperti Jihad Islam, sayap militer Hamas Brigade Al Qassam, juga  Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis. Friksi internal dalam kelompok tersebut juga cukup banyak.

“Jadi sekecil apapun wilayah Gaza, tetap membuka peluang adanya penyusup yang membawa paham ISIS dan menginfiltrasi salah satu organisasi militan yang sah di sana,” terangnya.

Tapi yang pasti, lanjut Ella, sesaat setelah insiden penculikan, langsung ada klaim dari Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis yang terindikasi berafiliasi dengan ISIS mengaku sebagai penculik tiga remaja Israel tersebut.

Jadi, mohon maaf bagi Islam Toleran. Islam memang seharusnya toleran, tetapi tidak untuk mentolerir penjajahan, kezaliman dan penindasan. Di hadapan itu semua, kita harus bangkit melawan. Demikian. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account