Dubes RI dan Menpora Iran (foto: Abna)

Dubes RI dan Menpora Iran (foto: abna24.com)

LiputanIslam.com–Sebuah berita hoax telah disebarluaskan oleh beberapa situs penyebar hoax dan disebar ulang oleh berbagai akun Facebook, dengan judul “IRAN: kami siap kirim tentara bantu INDONESIA, kalau demo 212 berbuat MAKAR.”

Ketika kita meng-klik berita yang di-share oleh beberapa situs penyebar hoax seperti syiah.id, liputanterkini.ga, bataranews.com, voa-moeslim.com, isinya tidak terkait soal pengiriman tentara.   Ada dua kalimat yang terkait dengan rencana demo 2 Desember (212):

“Ditambahkannya, Iran mendukung Indonesia jika demo 212 terjadi”

“Dubes Indonesia juga menekankan pengokohan komunikasi kedua negara di sektor pelaksanaan keamanan, khususnya terkait demo 2 desember 2016.”

Berikut ini isi berita hoax selengkapnya:

Menteri keamanan dan Pemuda Iran, Mahmoud Gudarzi, menyatakan kesiapan Tehran untuk membantu pelaksanaan lebih baik dan sukses Indonesia.

Hal itu dikemukakan Gudarzi pada Selasa (23/10, dalam pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Tehran, Octaviano Alimudin seraya mengatakan, mengingat pengalaman sukses Iran dalam pelaksanaan berbagai event penting, Tehran siap membantu memperkokoh dan pelaksanaan lebih sukses Indonesia.

Ditambahkannya, Iran mendukung Indonesia jika demo 212 terjadi

Menyinggung hubungan dekat serta sisi kolektif budaya dan sejarah kedua negara serta MoU di sektor agama Iran dan Indonesia, Menteri pertahanan dan Pemuda Iran juga menekankan peningkatan hubungan dan kerjasama bilateral yang telah tercantum dalam MoU tersebut.

Di lain pihak, Octaviano Alimudin, Duta Besar Indonesia untuk Tehran juga menyatakan puas atas kerjasama baik  kedua negara, serta menyambut kesiapan Iran untuk memperkokoh Indonesia.

Dubes Indonesia juga menekankan pengokohan komunikasi kedua negara di sektor pelaksanaan keamanan, khususnya terkait demo 2 desember 2016. (MZ)

sumber: cnn.com

 

Kejanggalan berita tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mahmoud Gudarzi adalah Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, bukan Menteri Keamanan dan Pemuda. Di berbagai negara, menteri “olahraga” biasa disandingkan dengan “pemuda”, bukan “keamanan”. Di Indonesia juga yang ada: “Menteri Pemuda dan Olahraga”.
  2. Pertemuan antara Dubes Indonesia dengan Menteri Olahraga dan Pemuda Iran terjadi pada Selasa (16/8) di Tehran. Tanggal 23/10 (seperti ditulis situs syiah.id) jatuh pada hari Minggu, bukan Selasa dan tidak ada agenda pertemuan kedua pejabat pada hari&tanggal itu. Berita mengenai pertemuan antara Menteri Iran dengan Dubes RI bisa dibaca di situs Pars Today, di link ini.
  3. Di dalam berita tersebut (baik versi hoax maupun versi ParsToday) disebutkan bahwa Menteri Olahraga dan Pemuda Iran siap membantu Indonesia dalam menyukseskan Asian Games 2018 di Indonesia. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan rencana aksi demo 212, dan tidak juga disebut soal pengiriman tentara. Di sini terlihat jelas, Syiah.id dan situs sejenisnya sengaja membuat judul yang menyesatkan publik (karena memang kebanyakan orang tidak mengklik berita, hanya membaca judul).
  4. Penulis berita hoax di syiah.id, yang disebarluaskan oleh situs hoax lainnya seperti liputanterkini.ga, bataranews.com, voa-moeslim.com, lupa menghapus inisial (MZ), penulis berita Pars Today. Di sini jelas mereka meng-copas berita dari ParsToday lalu diubah-ubah sebagian isinya. Misalnya, kalimat terakhir di Pars Today berbunyi:

Dubes Indonesia juga menekankan pengokohan komunikasi kedua negara di sektor pelaksanaan event kolektif, khususnya terkait pengiriman pelatih dan wasit.

Diubah oleh syiah.id:  “Dubes Indonesia juga menekankan pengokohan komunikasi kedua negara di sektor pelaksanaan keamanan, khususnya terkait demo 2 desember 2016.”

  1. Penulis berita hoax menyebut bahwa sumbernya cnn.com, padahal tidak ada satupun berita CNN yang terkait hal ini.

Perilaku penyebaran hoax seperti ini jelas mencoreng “niat baik” sebagian kalangan yang ingin berdemonstrasi menuntut diadilinya Ahok yang dituduh “penista agama”. Bagaimana mungkin “berniat baik” tapi diiringi dengan menebar fitnah? Akibatnya kita pun perlu bertanya-tanya, siapa sebenarnya di balik demo 411, dan 212?

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL