ISIS di Irak

ISIS di Irak

LiputanIslam.com — Bagaimana mengontrol WNI agar tidak bepergian ke daerah konflik? Untuk mencari solusinnya, Mahfudz terlebih dahulu harus mempelajari bagaimana pola masuknya jihadis ke Suriah.

Baik Amerika Serikat, ataupun negara-negara Eropa, melarang keras warganya untuk ikut berjihad ke Timur Tengah. Bahkan di Amerika, para “alumni” Timur Tengah ini ditangkap untuk diadili, karena memerangi negara lain secara independen merupakan sebuah kejahatan di negara Paman Sam tersebut. Meskipun begitu, di Timur Tengah telah berkumpul berbagai jihadis dari puluhan negara.

Darimana Asal Jihadis?

Sebanyak 15 orang pria Somalia-Amerika (warga negara Amerika keturunan dari bangsa Somalia) telah meninggalkan rumah mereka di Minnesota dalam beberapa bulan terakhir untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah dan bergabung dengan ISIS, kelompok ekstremis yang tengah bertempur di  Suriah dan Irak, demikian laporan Minnesota Public Radio, yang dikutip Fox News. Selengkapnya: http://liputanislam.com/berita/demi-khilafah-ala-isis-15-warga-somalia-amerika-turut-berjihad/.

Seorang warga Malaysia diyakini sebagai pelaku pemboman bunuh diri yang menghancurkan markas pasukan Irak di Anbar dan membunuh 25 tentara Irak, tanggal 26 Mei lalu. Ahmad Tarmimi Maliki (26 tahun) adalah seorang pekerja pabrik dari Selangor. Ia kini dikenal sebagai pembom bunuh diri pertama asal Malaysia yang bekerja untuk kelompok teroris Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau sering disebut juga ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).Selengkapnya: http://liputanislam.com/berita/pembom-markas-pasukan-irak-anggota-isil-asal-malaysia/.

Menteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls mengatakan, ada 250 warga negaranya berperang di Suriah dan setidaknya 21 orang telah tewas. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders mengatakan bahwa lebih dari 20 warganya telah tewas di dalam pertempuran di Suriah. Dari Belgia, sekitar 200 orang tengah bertempur di Suriah. Sedangkan menurut intelijen Jerman, lebih dari 270 orang warga  Jerman telah berangkat ke Suriah dan setidaknya 15 tewas. Selengkapnya: http://liputanislam.com/berita/gairah-jihad-ke-suriah-meningkat-eropa-khawatir/.

Lalu, Bagaimana Caranya Mereka Masuk ke Suriah?

Pada tanggal 7 Desember 2013, dalam artikelnya yang berjudul “Syria Conflict: Foreigns Jihadis Use Turkey as Safe House” diungkapkan bahwa jihadis-jihadis ini menggunakan Turki sebagai “tempat penyeberangan”, sekaligus “rumah yang nyaman” sebelum menuju Suriah. Disebutkan juga, bahwa rute jihadis Turki-Suriah ini sudah sangat terorganisir.

Salah satu jihadis yang berhasil dihubungi BBC, di kawasan Reyhanli, menuturkan bahwa di “rumah nyamannya” telah dihuni oleh sekitar 150 orang dalam 3 bulan terakhir. Atas undangan teman-temannya, 15-20 orang diantaranya berasal dari Inggris.

Para jihadis ini, setibanya di Turki, terlebih dahulu tinggal selama satu- dua hari di tempat tersebut sebelum menuju Suriah. Sebaliknya, jihadis yang hendak pulang ke negara asalnya, juga menetap di “rumah nyaman” itu sambil menunggu keberangkatan pesawatnya.

Salah satu jihadis dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa mereka berasal dari seluruh dunia, dan mereka berkata, “Kami semua adalah Al-Qaeda.”

Artinya, darimanapun jihadis ini berasal, mereka menggunakan cara yang sama: tidak langsung menuju daerah konflik. Jika di Suriah mereka menggunakan Turki, Yordania,  dan Lebanon sebagai jalan keluar masuk, maka hal serupa pun terjadi di Irak.

Irak yang kini digoyang ISIS, mereka dilatih di daerah Turki. ISIS di Irak juga bisa keluar masuk melalui Suriah karena daerah Raqqah dan garis-garis perbatasan Irak-Suriah masih dalam kontrol ISIS.

Dengan begitu, WNI bisa saja masuk ke Irak melalui Turki, atau melalui Yordania terlebih dahulu, sebelum kemudian sampai di Irak. Rute-rute mereka sangat terorganisir. Dan bagaimana mungkin pemerintah Indonesia melarang warganya yang menyatakan hendak berlibur ke Turki, atau ke Yordania kendati sesungguhnya niat mereka adalah hendak berperang?

Karena itu Pak Mahfudz, jangan terlalu lebay mendesak pemerintah untuk begini dan begitu. Sementara partai tempat Anda bernaung sendiri merupakan pihak yang gemar menebar isu SARA, dan menebar seruan jihad yang telah merengut 160.000 jiwa rakyat Suriah. Katakan saja kepada kader-kader partai Anda untuk mengurangi propaganda, dan pastikan kader-kader Anda tidak turut terjun ke perang Suriah seperti kader Partai Islam Semalaysia  [partai “turunan” Ikhwanul Muslim di Malaysia.]. Dan jangan lupa, sampaikan kepada Pak Tifatul untuk memblokir situs Arrahmah, Voa-Islam, Shotussalam, Kiblatnet, Dakwatuna, Bersama Dakwah, Eramuslim, Hidayatullah, dan situs-situs penebar kebencian yang anti-ukhuwah lainnya. Terimakasih, Bapak. 🙂

Bagian pertama:  Dan Kini, Penjahat Pun Takut.

Bagian kedua: Dan Kini, Penjahat Pun Takut (2)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL