kampanye prabowoJakarta, LiputanIslam.com–Direktur Utama PT Kertas Nusantara (sebelumnya bernama PT Kiani), Pola Winson, membantah tuduhan yang menyebutkan perusahaan dipimpinnya memiliki utang sebesar Rp 14 triliun. Bahkan dia menilai isu tersebut bertujuan menjatuhkan nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Tuduhan tersebut selama ini beredar luas di jejaring sosial dengan nada mendiskreditkan Prabowo yang maju sebagai capres dalam Pilpres 2019 itu. Isu ini semakin menguat setelah Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengecam Prabowo. Kepada berbagai media, Timboel menuding Prabowo belum memenuhi kewajibannya membayar upah para buruh di PT Kiani Kertas, sebuah perusahaan kertas di Kalimantan Timur.

“Isu keterlambatan pembayaran gaji karyawan akibat masalah operasional perusahaan adalah lagu lama. Masalah ini sudah diselesaikan dengan baik antara manajemen perusahaan dengan serikat pekerja PTKN,” ujar Winson di Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Mengomentari tuduhan dari Timboel Siregar, Winson berkomentar, “Jika saudara Timboel punya niat baik untuk membaca keterangan media saya yang terakhir, atau menghubungi saya tentu akan paham apa yang sebenarnya terjadi.”

Menurut Winson, pencatutan nama karyawan, penerbitan berita tanpa klarifikasi ke pihak managemen, adalah contoh pelanggaran etik yang dilakukan oleh media-media tertentu untuk mendiskreditkan perusahaannya dan salah seorang pemegang saham PT Kertas Nusantara yang kebetulan aktif di pentas politik nasional (Prabowo).

“Selaku Direktur Utama, saya bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi dan tidak terjadi di PT Kertas Nusantara. Jika ada masalah, kecamlah saya, bukan bapak Prabowo Subianto. Sejak 2008, Pak Prabowo sudah tidak lagi menjalankan perusahaan yang sekarang saya jalankan,” kata Winson. (dw/tribun)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL