Said-Aqil-SiradjJakarta, LiputanIslam.com – Tidur boleh seranjang, tapi pilihan politik tetap berbeda. Mungkin hal ini adalah kesepakatan yang terjadi diantara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siraj dan istrinya Hajjah Nurhayati Said Agil Siraj. Dari daftar tim pemenangan pasangan calon presiden Joko Widodo dan pasangan calon wakil presiden Jusuf Kalla (JK), Hajjah Nurhayati duduk sebagai anggota dewan pengarah bersama 15 orang lainnya.

Nama Nurhayati tercantum dalam susunan Pengarah Tim Pemenangan yang dimumkan usai rapat gabungan Jumat (23/5/2014). Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh mengumumkan, Tim Pemenangan Jokowi – JK dipimpin Sekjen DPP PDI-P Tjahjo Kumolo. Nurhayati yang menjabat sebagai Anggota Dewan Syuro Dewan Pengurus Pusat Partai Kembangkitan Bangsa (PKB) ini tergabung dengan tim yang juga diisi banyak purnawirawan jenderal TNI berbasis intelijen, seperti yang diberitakan Tribunnewscom.

Beberapa hari yang lalu, KH Said Aqil Siradj mengaku secara pribadi dirinya mendukung pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden. Namun, ia menegaskan bahwa warga NU bebas memilih siapa pun calon pemimpinnya.

“Warga NU bebas memilih siapa saja sebagai capres, tapi secara pribadi saya mendukung Prabowo Subianto sebagai capres yang akan bertarung nanti,” ujar Said. Menurut dia, Prabowo mempunyai sikap tegas, berani, dan berwibawa untuk memajukan dan membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

“Prabowo adalah sosok pemimpin tegas yang memikirkan rakyat kecil, antara lain petani, buruh, nelayan, dan sebagainya,” ujar dia. Indonesia, kata dia, juga harus berdaulat secara ekonomi, politik, serta budaya. Jadi bukan hanya secara geografis.

“Jangan sampai bangsa Indonesia dikangkangi oleh para investor. Karena itu, Indonesia butuh pemimpin yang berani sehingga dapat berdaulat secara ekonomi. APBN digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia dan pilpres harus berjalan secara damai karena itu bagian dari proses demokrasi,” ujarnya.

Secara organisasi, NU bersikap netral pada pilpress. Namun warga NU dibebaskan untuk memilih capres jagoannya seperti yang juga dinyatakan oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Kendati ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Prabowo-Subianto-Hatta Rajasa, dia menegaskan bahwa secara organisasi NU tetap akan netral dan tidak berpihak kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden manapun.

“Sebagai organisasi, NU netral,” tegas Mahfud saat ditemui di posko pemenangan Prabowo-Hatta, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (22/5/2014) seperti dilansir Bisniscom. (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL