Foto: kaltim.kemenag.go.id

Foto: kaltim.kemenag.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com — Pernyataan bahwa jika Jokowi Presiden, maka posisi Menteri Agama akan diisi oleh tokoh Syiah, marak diberitakan oleh media massa dalam beberapa bulan terakhir. Benarkah demikian?

“Ada yang bilang kalau Jokowi-JK menang, nanti Menteri Agama dari Syiah. Saya ini masih waras. Menteri Agama harus dari mayoritas, “ ujar JK dalam Silaturahmi Ulama Pesantren di Jakarta.  (Tribunnews.com, 5 Juni 2014).

Menurutnya, ulama dan pemimpin harus bisa bekerjasama. Agar Indonesia tak bernasib sama seperti Afganistan, Mesir atau Libya. Karenanya, kehidupan beragama di Indonesia harus harmonis.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang merupakan mitra koalisi pasangan Jokowi – JK  meyakini bahwa Jokowi akan menunjuk menteri agama dari kalangan Nahdhatul Ulama (NU). Ia yakin seribu persen menteri agama bukan dari Syiah. (Inilahcom, 1 Juni 2014)

“Saya jamin seribu persen tidak mungkin Presiden Indonesia, apalagi Pak Jokowi menunjuk menteri agama dari Syiah, saya akan kawal itu,” katanya di Yogyakarta.

Cak Imin menjelaskan isu tersebut berkembang karena ada salah satu anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berasal dari mazhab Syiah.

Menurut hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, tercatat sebanyak 207.176.162 penduduk Indonesia yang beragama Islam, dan dari jumlah tersebut, penganut Syiah hanya berkisar 500.000 orang. (Tempo.co, 2 September 2012)

Pemilu akan menjadi tidak sehat jika para pesertanya justru perang dengan cara saling sindir. Apalagi sindiran atau sikap menjelek-jelekkan itu berkaitan dengan ras, suku, dan agama. Pakar hukum tata negara Refly Harun di Jakarta mengatakan, kampanye hitam menjadi gejala yang tidak sehat. Sisa masa kampanye ini harus diisi dengan perang gagasan.

“Seharusnya kampanye itu tidak boleh sara atau sesuatu yang given (takdir  Tuhan –red). Kalau sesuatu yang given, itu tidak bisa lagi diubah. Sesuatu yang given itu (adalah) apa-apa yang tidak bisa kita protes,” ujar Refly. (fa/LiputanIslam.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL