foto: facebook

foto: facebook

Jakarta, LiputanIslam.com — Joko Widodo, selaku presiden terpilih menampik anggapan bahwa ia bertikai dengan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Sebaliknya, ia mengatakan bahwa mereka merupakan sahabat.

“Pak Prabowo dan Pak Hatta, mereka itu sahabat kami. Gak ada masalah, kita ini sahabat yang baik,” kata pria yang akrab dipanggil Jokowi ini, Kamis, 21 Agustus 2014.

Usai pembacaan keputusan MK yang menolak semua gugatan Prabowo, Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) menggelar konferensi pers. Ia siap bertemu kapan saja dengan lawannya saat Pilpres 9 Juli lalu. (Baca juga: MK Tolak Semua Tuntutan Prabowo-Hatta)

“Sahabat ketemu kapanpun bisa, tidak ada masalah,” ujarnya, seperti dilansir Tribunnews.

Sedangkan JK mengajak semua pihak untuk kembali bersatu, pasca keputusan MK.

“Kita bersatu setelah ini, kita tidak perlu memperpanjang masalah, MK sudah memutuskan, upaya apapun tidak akan mengubah, ini menyulitkan masyarakat,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat soal ucapan Jokowi pada pidato kemenangannya 23 Juli lalu, untuk melupakan nomor satu dan nomor dua, melainkan mengingat nomor sila ke tiga, yakni persatuan Indonesia. (Baca juga: Seperti ini, Sikap Prabowo Terhadap Putusan MK)

“Satu dan dua lupakan, sekarang nomer 3,” ujarnya.

Jokowi: Mari Bergandengan Tangan 

Melalui akun resmi Media Centre Jokowi-JK di Facebook, Jokowi juga menyampaikan pernyataannya terkait putusan MK. Ia mengajak segenap rakyat untuk bersatu.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya juga menyerukan pada seluruh rakyat untuk kembali bergandengan tangan, bergotong royong, merapatkan barisan, bahu membahu untuk menyongsong era baru berjuang bersama guna terciptanya masyarakat adil dan makmur,” tulisnya.

Berikut ini, pernyataan lengkapnya.

Assalamualaikum wr.wb

Salam Sejahtera
Om Swastyastu

Saudara-saudara sebangsa dan setanah-air,

Hari ini Mahkamah Konstitusi, telah mengambil putusan tentang sengketa Pilpres 2014. Sesuai dengan amanat konstitusi, putusan MK adalah putusan yang bersifat final dan mengikat. Inilah tahapan akhir dari seluruh rangkaian proses kompetisi politik dalam Pilpres 2014.

Dalam menyikapi putusan MK, kami, Jokowi dan Jusuf Kalla mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para elite politik, untuk menghormati apa yang telah diputuskan oleh MK. Sikap ini adalah cermin dari kehendak kita bersama untuk meletakkan supremasi Konstitusi dan hukum sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena bagaimanapun Demokrasi akan bisa tumbuh kuat dan stabil apabila ditopang oleh penghormatan kita pada supremasi Konstitusi dan hukum.

Pada kesempatan yang baik ini, saya juga menyerukan pada seluruh rakyat untuk kembali bergandengan tangan, bergotong royong, merapatkan barisan, bahu membahu untuk menyongsong era baru berjuang bersama guna terciptanya masyarakat adil dan makmur. 

Mari kita bersatu kembali untuk menjadi bagian dari bangsa yang satu. Mari lupakan perbedaan pilihan politik saat Pilpres untuk ambil peran di dalam mewujudkan cita-cita kita sebagai bangsa yang besar. Persatuan rakyat dan gotong royong akan menjadi kekuatan baru untuk membangun kembali Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Akhirnya, saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah menciptakan situasi yang kondusif bagi jalannya persidangan MK. Khususnya kepada aparat keamanan yang bekerja keras mengamankan proses persidangan sehingga berjalan dengan aman dan lancar.

Mari bersatu kembali, bergerak bersama untuk menyongsong era baru.

Jakarta, 21 Agustus 2014
Joko Widodo – Jusuf Kalla

Wassalamualaikum wr. wb
Salam Sejahtera
Om Shanti Shanti Shanti Om

[ba]

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL