Foto: Tribun

Foto: Tribun

 LiputanIslam.com — Jusuf Kalla,  meminta kepolisian segera menangkap pelaku penyebaran tabloid ‘Obor Rakyat’ yang memuat berita kampanye negatif terhadap Joko Widodo.

“Polisi harus bertindak keras kepada orang-orang pengecut yang tidak mau bertangg jawab apa yang dia buat,” tegas JK di Gorontalo, kemarin.

Menurut JK, berita-berita yang diterbitkan tabloid Obor Rakyat adalah kebohongan publik yang luar biasa dan orang-orang pengecut ada di situ.

“Yang dimaksud orang pengecut mau ngomong tidak mau tau siapa dia. Itu kumpulan orang-orang pengecut yang berbuat kebohongan di negeri ini,” lanjutnya. JK juga berharap polisi segera menangkap pelaku tabloid tersebut.

“Barang kecil saja polisi bisa tangkap apalagi barang besar, ada cetaknya, ada barangnya, ada namanya, ada pengirimnya. Kalau polisi tidak bisa cari kelewatan itu. Barang kecil saja hilang ditanya polisi bisa ketemu, barang ratusan ribu eskemplar masa tidak ketemu mana asalnya,” tutup JK.

Oknum Dibalik Tabloid Obor Rakyat

Darmawan Sepriyossa, jurnalis yang dituding berada di balik peredaran tabloid Obor Rakyat, memberikan klarifikasi kepada Tempo. Ia mengaku terlibat setelah sebelumnya diajak oleh Setiyardi, Asisten Staf Khusus Presiden.

Dalam surat elektroniknya, Darmawan mengaku dihubungi oleh Setiyardi untuk mencari pengamat politik yang mampu membuat artikel di tabloid politik dengan tema “Kekuatan PDI Perjuangan” seusai pemilihan legislatif 2014 lalu. Darmawan lalu menghubungi Gun Gun Heryanto yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Ia mengaku menerima tawaran Setiyardi untuk mengelola tabloid tersebut karena prihatin dengan adanya media massa mainstream saat ini yang justru tengah mabuk euforia. Bersama Setiyardi, Darmawan melihat media massa saat ini hanya bisa bertepuk tangan dan tak lagi mampu menyemprit, terutama pada Jokowi.

“Lupa pada tugasnya sebagai anjing penjaga (watch dog), media sebenarnya tengah meninggalkan Pak Jokowi sendirian, tanpa pihak yang setia memberikan peringatan,” tutur Darmawan. (ba/tempo/tribunnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL