Foto: Detik

Foto: Detik

Jakarta, LiputanIslam.com – Ajukan gugatan terkait sengketa Pilpres, Prabowo menyampaikan berbagai hal di sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di hadapan sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ia menyinggung soal intervensi asing dalam Pemilu Presiden 2014.

“Kami percaya mahkamah menunjukkan kedaulatan kita adalah kedaulatan rakyat, bukan kedaulatan uang atau kedaulatan pemilik modal besar atau kedaulatan bangsa asing yang mengendalikan Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo menyadari intervensi asing dalam pemilu bukan ranah MK. Namun, dia tetap menyampaikannya karena mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. “Ada negara asing tertentu yang mempengaruhi walikota dan bupati kita dalam pemilu. Ini ada campur tangan asing,” ujarnya, seperti dilansir Kompas, 6 Juli 2014.

Sidang perdana itu mendengarkan pokok-pokok permohonan pihak pemohon, yakni Prabowo-Hatta. Mereka menggugat keputusan KPU yang menetapkan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019.

Prabowo Subianto juga menyebut penyelenggaraan Pemilu 2014 Indonesia lebih buruk daripada Pemilu di Korea Utara. Sebabnya, lantaran ia menemukan  adanya perolehan nol suara untuknya  di ratusan TPS. “Bahkan di Korea Utara pun tidak terjadi, mereka bikin 97,8 persen. Di kita, ada yang 100 persen, ini luar biasa. Ini hanya terjadi di negara totaliter, fasis dan komunis.”

Meski demikian, diakhir statemen Prabowo meminta para pendukungnya bersikap sabar dan tertib.

Menanggapi pernyataan Prabowo, di tempat berbeda Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran Arry Bainus mengatakan tak ada penyelenggaraan Pemilu demokratis di negeri komunis Korea Utara. Suksesi kepemimpinan di negara itu dilakukan secara turun-temurun, terjaga dalam dinasti keturunan Kim.

“Di Korut nggak ada Pemilu. Di sana itu hanya satu Partai Komunis, pemilihannya turun temurun, keturunan dinasti Kim,” katanya, seperti dilansir Detikcom, 6 Agustus 2014. Menurut Arry, kualitas penyelenggaraan Pemilu di Indonesia sudah baik. Meski tak dapat dipungkiri ada kekurangan di sana-sini, namun kekurangan itu lebih banyak bukan karena penyelenggara Pemilu, namun karena adanya kampanye hitam dari kubu kontestan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL