DaulahOleh: Herold Kalevi

Jaringan gerakan Hizbut Tahrir (HT) bersifat sel rahasia dengan peng-organisasian dan pengontrolan yang baik. Tiap sel dikomandani oleh seorang pemimpin dengan 3 atau 7 anggota. Pemimpin sel ini juga memiliki atasan atau pemimpin.

Data anggota hanya dapat diketahui oleh sedikit kolega mereka yang ada di dalam sel, dan hanya pemimpin sel yang mengetahui atasannya. Sebagaimana diungkap dalam buku Zeyno Baran, Hizbut-Tahrir : Islam’s Political Insurgency.

Puncak hierarki kepemimpinan di tubuh Hizbut Tahrir adalah seorang amir yang diperkirakan berbasis di Yordania (catatan: di Yordania sendiri HT adalah ormas terlarang). Dibawah amir terdapat 3 lembaga, yakni badan administrasi, badan mazhalim, penanggung jawab pemilihan amir. Badan-badan ini adalah bagian yang paling rahasia dalam organisasi.

Badan administrasi dan amir akan memilih anggota utama dari HT untuk membentuk kiedat (qiyadah), yaitu komite kepemimpinan. Menurut aturan administratif HT, qiyadah bertugas untuk memimpin partai, meng-administrasi, mengawasi, mensupervisi seluruh perkembangan aktifitas partai.

Qiyadah mempunyai hak eksklusif untuk mengamandemen konstitusi partai dan menegakkan kedisiplinan atas penyimpangan anggota. Qiyadah juga mempunyai departemen politik yang akan mengumpulkan informasi atas peristiwa-peristiwa yang terjadi didunia serta model respons yang perlu dilakukan.

Untuk sementara markas besar gerakan HT diperkirakan berada di Yordania (meski janggal), sedangkan qiyadah ada di London, Inggris, bertugas mengawasi seluruh aktifitas di negara-negara muslim. Kepemimpinan HT akan terus berupaya memperhatikan pemimpin-pemimpin cabang nasional HT yang ada di seluruh dunia, serta mengarahkan aksi-aksi mereka dengan menyediakan dana, materi-materi pendidikan dan kebutuhan lainnya.

Qiyadah di London (Inggris) juga memberikan perintah-perintah kepada anggota HT untuk mengadakan demonstrasi anti pemerintah.

Kerahasiaan Hizbut Tahrir
Untuk menjaga tingkat kerahasiaan secara maksimal, tidak ada komunikasi antara sel-sel. Di dalam aturan HT, hanya ada beberapa cara untuk berinteraksi dengan sel yang lebih tinggi, dan sesama sel tidak ada yang selevel. Masing-masing anggota berkomunikasi dengan yang lain menggunakan nama samaran atau suatu nama ketika masuk menjadi anggota.

Jika salah seorang tidak merasa senang dengan mushrif, dia dapat menulis surat dan meminta kepada mushrif untuk mengirimkan kepada tingkat yang lebih tinggi. Tingkat yang lebih tinggi ini akan memberi solusi.

Komite lokal sering turun ke lapangan guna mengawasi halaqah untuk memastikan integrasi ideologi mereka sebagaimana dicetuskan oleh al-Nabhani. Jika salah seorang anggota dicurigai oleh anggota lain, mushrif atau supervisor lain bisa mengadakan halaqah tersendiri bagi individu yang dicurigai tadi. Taktik ini biasanya ditujukan kepada pegawai pemerintah atau militer yang ikut halaqah.

Dengan memperhatikan struktur HT dan tingkat kerahasiaan mereka, maka tidaklah mengherankan jika syabab HTI dikalangan bawah pun tidak mampu menyelami struktural HT secara mendalam. Bahkan sebagian mereka kesulitan untuk sekedar menjawab “dimana markas pusat HT dan dimana keberadaan amir mereka ?”. Apalagi jika ia hanya seorang daris (pelajar/murid), sebutan bagi orang yang baru mengenal HT dan belum resmi menjadi anggota HT.

Disebabkan ketidaktahuan lokasi amir mereka, sebagian mushrif HT terkadang mengatakan bahwa amir HT memang sengaja disembunyikan dan tidak diketahui lokasinya. Alasannya karena khawatir di bunuh oleh pihak tertentu. Selain tidak berdasar, alasan tersebut juga memberikan kesan bahwa amir HT hanyalah sebagai boneka semata yang dikendalikan oleh pihak tertentu dan baru dimunculkan ketika sudah meninggal dunia seraya diiringi dengan menampilkan prestasi-prestasi yang kemudian banyak dinisbatkan kepadanya.

Selain keberadaan lokasi amir HT yang samar, penampakan (foto) amir HT pun tidak jelas, kecuali amir mereka yang sudah meninggal seperti Taqi an-Nabhani, pendiri sekaligus amir HT yang pertama, dan Abdul Qadim bin Yusuf bin Abdul Qadim bin Yunus bin Ibrahim atau dikenal dengan Abdul Qadir Zallum (1924-2003), amir HT yang ke dua. Adapun yang amir HT yang ke-3, ‘Atha bin Khalil bin Ahmad bin Abdul Qadir al-Khathib Abu ar-Rasytah (عطاء بن خليل أبو الرشتة) menjadi amir mereka sejak tahun 2003 lalu masih samar, meskipun telah tersebar foto yang dianggap sebagai amir HT ke-3. Atha’ Abu Rasytah sendiri merupakan lulusan Fakultas Teknik.

Dari kenyataan ini, ada beberapa kenyataan dan logika yaitu :
1. Mustahil markas utama dan Amir HT ada di Yordania karena HT adalah ormas terlarang di sana. Maka lebih aman markas dan Amirnya berada di Inggris. HT mengatakan markas dan amir ada di Yordan adalah untuk  pengelabuan.

2. Segala instruksi, perintah, pengarahan dan pendanaan HT berasal dari qiyadah di London, Inggris. Ini indikasi besar bahwa markas mereka sebenarnya di Inggris.
Kenapa di Inggris? Inilah pertanyaan penting.

3. Sistem keanggotaan dan kepemimpinan HT sangat mirip dengan hirarki keanggotaan dan kepemimpinan sistem intelijen. Kalau hanya partai atau ormas dakwah pasti sistem keanggotaannya memakai sistem yg sederhana sebagaimana yang kita ketahui pada ormas-ormas dan partai politik pada umumnya. Mengapa demikian, menurut saya, supaya keanggotaan yang di bawah tidak mengerti siapa sebenarnya di balik HT dan menyetirnya.

4. Amir HT sangat terkesan sebagai boneka bahkan mungkin saja tokoh ilusi. Tidak terlihat peranya di dunia padahal HT adalah ormas / partai yang berskala internasional. Bandingkan dengan Fatah, Hamas, IM, atau Hizbullah.
Siapa yg memegang kendali di belakang HT atau yang menyetir amir?  Dan apa tujuannya?

5. Inggris adalah penjajah Palestina. Setelah perang dunia II Inggris memerintahkan bangsa Israel yang bertebaran di Eropa utk menduduki Palestina atas dasar Palestina adalah tanah yg dijanjikan Tuhan untuk bangsa Israel.

HT Mengklaim diri sebagai pejuang Islam dan koar-koar anti Israel, tapi kenyataannya tidak ada kontribusi apapun utk Islam dan Palestina. Bahkan dengan enteng bilang, “Hamas dan Fatah salah jalan.” Para pembaca pasti mudah membaca motif seperti ini.

6. HT tidak bisa hidup di negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim dan di beberapa negara HT adalah ormas terlarang. Tapi lihatlah mereka hidup tentram dan makmur di negara USA & Inggris dan negara-negara sekutu mereka seperti, Jerman, Canada, Australia, dll, tanpa sedikitpun merongrong sistem dan pemerintahan negara-negara tersebut.
Kenapa? Karena tidak mungkin untuk merongrong si empunya / tuan sendiri dan koleganya.

Anggota-anggota HT, terutama anggota bawah (daris) awalnya adalah orang-orang yang ilmu keislamannya boleh dibilang polos yang merindukan dan berpengharapan akan sistem dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan. Mereka inilah sasaran empuk program cuci otak dan doktrin dgn sedikit mengadopsi cara intelijen. Hasilnya memang ampuh. Pola pikir mereka berhasil dirubah.

Karena pola pikir yang  terdoktrin dan iming-iming kehidupan Islam kafah maka tidak bisa lagi berpikir hal yg sangat sederhana bahwa adalah naif bagi ‘perjuangan’ mereka untuk menegakkan khilafah. Mendirikan khilafah berarti merubah sebuah pondasi negara. Sangat jauh dari panggang api.

Bagaimana mungkin tujuan yang super hebat hanya diperjuangkan dengan demontrasi, menyebarkan buletin, dan muktamar yang kata HT hal itu adalah thariqoh Rasul.

Sebenarnya, demonstrasi adalah cara orang Barat menuntut kepada yang berwenang secara beramai-ramai, penyebaran buletin adalah cara orang Eropa menyebar propaganda, muktamar / kongres adalah cara orang barat untuk membentuk opini (tidak ada thariqah Rasul cara begitu).

Pihak asing, yaitu si penyetir atau si pengendali HT tentu sangat tahu ‘perjuangan’ HT sangat mustahil. Selain itu pihak pengendali berusaha betul intelijen negara yang ‘dirongrong’ tidak akan bertindak represif (meskipun gagal di beberapa negara / dibubarkan).

Lantas, kenapa kebijakan instruksi tetap seperti itu?

Pihak tersebut bertujuan hanya menggoyang kecil-kecilan dengan memecah Islam. Selain itu memberi kesan kepada anggota HT bahwa, “kita tetap berjuang dgn damai dan sabar”.

Namun situasinya akan berbeda pada negara-negara tertentu – jika pihak pengendali HT punya agenda politik khusus.  Mesir, Libya, Khazaktan, dan Suriah, HT membuat chaos. Inilah sebuah perjuangan absurd demi sebuah utopia berdasar kendali pihak tertentu untuk tujuan tertentu bagi mereka.

——————
Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL