Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Dua Dosa Republika Online

Published 26/11/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

media-lyingOleh: Putu Heri

Jurnalis harusnya berpihak kepada kebenaran, bukan kepada uang atau sejenisnya. Society of Professional Journalists  (SPJ) menyebutkan, bahwa pencerahan yang diberikan kepada masyarakat oleh media, merupakan cikal bakal keadilan, sekaligus dasar dari sebuah demokrasi. Seorang jurnalis dituntut untuk berintegritas, memberikan informasi yang akurat, adil dan komprehensif. (SPJ, September 2014)

Namun sepertinya, semangat tersebut tidak ada pada jurnalis Republika.co.id. Media ini, perlahan-lahan telah mulai kehilangan ‘ruhnya’. Tugas media seharusnya meminimalisir ketidak-nyamanan, atau keresahan yang timbul di masyarakat terkait berita tersebut, dan ironisnya, poin penting ini diabaikan oleh Republika. Mengapa saya katakan demikian?

Hari ini, di media sosial muncul status netizen yang marah-marah, atas berita yang dimuat Republika. Berita ini akhirnya dihapus, namun saya beruntung mendapatkan jejaknya.

Link-nya: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/11/25/nflrvr -selesai-baca-kitab-suci-bhagavad-gita-masyarakat-bali-diajak-dugem-artis-porno

Judul berita:  ‘Selesai baca kitab suci Bhagavad Gita, Masyarakat Bali Diajak Dugem Artis Porno’.

Apa yang ada di dalam pikiran Anda jika mmembaca judul berita tersebut? Mungkin seperti ini; masyarakat Bali membaca kitab sucinya, lalu setelah itu mereka diajak dugem oleh artis porno. Betul?

Berita Republika lainnya di hari yang sama, dengan mengutip Antara, menyebutkan bahwa para pemuda pemudi Hindu Bali, menggelar kegiatan membaca Kitab Suci Bhagavad Gita, yang dilakukan secara masal hingga mencapai 8.336 orang, pada 23 November 2014, di Tabanan, salah satu kabupaten Bali.

Dan, kapan Sasha Grey (artis porno) mengajak dugem masyarakat Bali? Perhatikan cuplikan artikel Republika yang telah dihapus di bawah ini;

Klik untuk memperbesar
Klik untuk memperbesar

Ternyata dalam isi berita, disebutkan bahwa Sasha Grey datang ke Bali seminggu kemudian, yaitu pada akhir November. Sasha tidak hanya datang ke Bali, tetapi juga menyambangi Jakarta.

Saya tidak habis pikir, apa hubungannya pembacaan kitab suci dengan kedatangan tamu bintang porno? Mengapa harus disangkut-pautkan sedemikian rupa? Jujur saja, ini sangat menyakitkan bagi masyarakat Bali. Astagfirullah, entah apa tujuan Republika menggunakan judul yang menyesatkan seperti itu.

Tak lama berselang, perwakilan dari organisasi Hindu yang keberatan atas berita tersebut pun melayangkan protes via email. Akhirnya, judulnya diganti menjadi: ‘Astagfirullah artis porno ini ajak masyarakat Jakarta dan Bali dugem’.

Masalahnya selesai sampai disitu? Ternyata tidak. Walau judul telah diganti, namun judul dari berita yang telah dishare ke media sosial (sebelum diganti), tetap tidak berubah. Tampilannya tetap bertahan seperti di bawah ini;

klik untuk memperbesar
klik untuk memperbesar

Selain itu, masyarakat Bali mempertanyakan judul berita yang juga dianggap tidak tepat. Sasha, disebut mengajak masyarakat Bali untuk dugem, lalu, masyarakat mana yang dimaksud?

Akhirnya, ormas Hindu pun kembali melayangkan protes, meminta agar Republika menghapus berita tersebut, dan jika tidak, mereka akan mengadukan hal ini kepada Dewan Pers Indonesia. Republika dinilai, telah meresahkan dan menghembuskan isu SARA.

Republika Rilis Berita, Narasumber Ternyata Akun Palsu

Nah, jika Republika mau membuat judul yang tepat untuk berita di atas, saya sarankan pertama kali carilah informasi dimana Sasha Grey akan beraksi. Dia seorang DJ bukan? DJ pastilah akan bermain di salah satu klub yang ada di Bali. Misalnya, ia akan tampil di Hard Rock, maka buatlah judul; ‘Sasha Grey Siap Guncangkan Hard Rock Cafe’, atau, ‘Mau Joget Bareng Sasha Grey? Ayo Datang ke Hard Rock Cafe’.

Dosa Republika lainnya yang berhasil saya temukan di salah satu media warga adalah peristiwa pada musim kampanye silam. Suasana politik sedang panas-panasnya, dan media ini turut menjadi corong media salah satu capres. Sebenarnya, tidak ada masalah dengan hal ini. Toh detik.com, tempo.co, kompas.com, beritasatu.com, kesemuanya juga menjadi corong media pasangan capres lainnya. Yang membuat saya tidak terima adalah, ketika Republika harus menyebarkan informasi yang tidak benar.

Saat itu, Republika merilis berita yang berasal dari akun palsu yang mengatasnamakan Rosiana Silalahi. Informasi dari akun palsu itu, disebarluaskan untuk memojokkan salah satu kandidat capres. Rosiana yang merasa namanya dicatut, melayangkan protes.

“Udah jelas-jelas akun palsu. Kalian kutip. Minta dikoreksi cuma dengan ditambahkan “diduga’ palsu. Akun palsu kok jadi sumber berita. Media oh media” (Rosiana Silalahi)

[Akun asli Rosiana Silalahi: ROSIANNA SILALAHI @Rosianna766Hi, sedangkan akun palsu menjeplak Rosiana Silalahi: Rosianna Silalahi @rosisilaIahi]

rosiana silalahi

Untuk masyarakat Indonesia, mulai sekarang sebaiknya lebih berhati-hati membaca informasi dari media ini. Jangan puas hanya dengan membaca judul semata. Teliti isi beritanya, apakah sesuai dengan judul atau tidak?

Kita sebagai rakyat Indonesia, memiliki hak untuk hidup berdampingan dan nyaman dalam perbedaan, tanpa menjustifikasi  negatif terhadap kelompok lain yang memiliki perbedaan pandangan. Tidak suka keberagaman? Silahkan pindah ke Arab Saudi! (liputanislam.com)

———

Redaksi menerima sumbangan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account