Foto: Press TV

Foto: Press TV

Oleh: Khadija

Awal Ramadhan, kelompok militan Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) mendeklarasikan Khilafah Islamiyah – dan meminta kepada seluruh umat muslim di dunia untuk membaiatnya.

Tunggu dulu, semua umat Muslim? Yang jumlahnya lebih dari dua milyar harus menyatakan janji setia kepada Al-Baghdadi?

Bukan baiat yang didapat, melainkan kecaman dan rentetan cemoohan. Bagaimana tidak, Al-Baghdadi berkhotbah tentang Khilafah Islamiyah, sambil mengenakan jam tangan Rolex, yang lazim digunakan oleh konsumen dunia yang tergila-gila dengan produk Barat – yang rela merogoh kocek dalam –dalam  karena harganya yang mahal. Sunday Telegraph, harian terbitan Inggris ini mendeteksi jam tangan itu bukan sembarang aksesori, melainkan buatan Swiss seharga 6,000 Dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 70 juta.

Wajarkan seorang Khalifah berpenampilan mewah? Jangankan berharap dukungan dari 2 milyar umat Islam, bahkan “ulama-ulama” yang mendukung pemberontakan di Suriah dan Libya saja turut mengecam deklarasi Khilafah ala ISIS.

Misalnya, Syekh Yusuf Al-Qardhawi (SYQ). Ia pernah  mengeluarkan fatwanya atas Libya pada tahun 2011 lalu. Sebagai salah satu ulama terkemuka, SYQ telah menyerukan kepada tentara Libya yang bisa menembak Muammar Ghaddafi untuk tidak menahan senjata mereka.

“Barangsiapa di militer Libya mampu menembakkan peluru ke arah Gaddafi maka mereka harus melakukannya,” kata Qardhawi kepada saluran berita al-Jazeera yang berbasis di Qatar.

Kemudian badai Arab Spring menyapa Suriah. SYQ kembali mengeluarkan pernyataannya kepada Al-Jazeera, bahwa dibolehkan untuk melawan siapapun yang mendukung Presiden Bashar al-Assad, baik itu tentara, rakyat sipil ataupun ulama. Syeikh Buthi ra, ulama kharismatik Ahlussunah wal Jamaah, Sarya—putra Grand Mufti Suriah, dan lebih dari 160.000 jiwa melayang.

Lalu, bagaimana fatwa yang dikeluarkan SYQ terkait ISIS?

Ia mengatakan, Khilafah ala ISIS tidak sah menurut syariat Islam. Melalui Lembaga Persatuan Muslim Sedunia (IUMS) yang dipimpinnya, ditekankan  bahwa deklarasi khilafah yang dilakukan ISIS untuk wilayah cukup luas di Irak dan Suriah tidak sah secara syariah Islam dan juga tidak membantu proyek kejayaan Islam.

“Kami juga mengharapkan khilafah Islam bisa berdiri dengan cepat. Hari ini, tidak menunggu esok hari. Tapi khilafah yang didasarkan pada manhaj Nabi saw dan syura. Bukan seperti yang dideklarasikan ISIS, yang malah mengakibatkan banyak bahaya kepada Sunni di Irak dan juga kepada revolusi di Suriah,” seperti dilansir Dakwatuna, 5 Juli 2014.

Sedangkan  Assem Barqawi, juru bicara dari Front Al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda, juga menolak mentah-mentah deklarasi Khilafah Al-Baghdadi, yang artinya, kendati ISIS dan Al-Nusra, keduanya merupakan “turunan” al-Qaeda, toh Al-Nusra juga tidak mengamini Khilafah yang dideklarasikan ISIS tersebut.

Jika kelompok Wahabi moderat hingga yang berhaluan radikal saja menolak Khilafah ISIS, maka penolakan yang lebih keras tentunya juga datang dari kelompok Islam Ahlussunnah moderat yang sejak awal sangat menentang aksi brutal ISIS. Singkatnya, ISIS ditolak oleh seluruh umat  Islam, bahkan dibenci oleh sesama jihadis Takfiri.

Tapi entah mengapa, pengikut Al-Baghdadi yang jumlahnya hanya segelintir, tak bosan-bosannya menyebarkan Khilafah Islamiyah ini ke seluruh dunia, dan tanpa malu meminta masyarakat untuk membaiatnya?

Ironisnya lagi, kendati ISIS tidak mendapatkan dukungan dari kaum Muslimin, ternyata disaat yang sama, ISIS didukung penuh oleh plot Zionis Internasional.

Kevin Barret, kolumnis Press TV dalam artikelnya yang berjudul “Who Is Abu Bakr Al-Baghdadi” menyebutkan bahwa media-media Barat saat ini justru sangat gencar menyebarkan “Khilafah ISIS”. Mereka berusaha menunjukkan kepada masyarakat, bahwa ISIS ini adalah kelompok yang luar biasa menakjubkan.

Contohnya:

Seorang pakar terorisme  William McCants dari Brookings Institution kepada New York Times, menyatakan bahwa ISIS adalah kelompok jihad terbesar dan terburuk di planet ini. Tidak sedikitpun  Mc Cants menyebutkan bahwa ISIS merupakan “anak kandung” Al-Qaeda yang kini sudah tidak diakui lagi sebagai “anak kandung” lantaran membangkang terhadap perintah Ayman Zuhairi (pemimpin tertinggi Al-Qaeda) untuk meninggalkan Suriah dan berdamai dengan Al-Nusra. Catat: Al-Qaeda saja mencampakkan ISIS.

Lalu, tokoh  Zionis Sheldon Filger juga menyatakan, “Pernyataan Al-Baghdadi yang meminta dunia untuk membaiatnya akan mengobarkan perang yang dahsyat di seluruh dunia, untuk membalas dendam kepada orang-orang yang dianggapnya sebagai musuh Allah. Khotbah Al-Baghdadi di Mosul bisa jadi akan membuka jalan bagi meletusnya perang dunia ketiga.”

Aneh bin ajaib. Bagaimana bisa kelompok yang tidak diakui, yang diejek,  bahkan dikecam dari mayoritas umat Islam, justru digembar-gemborkan sebagai kelompok yang memiliki kekuatan dahsyat oleh plot-Zionis Internasional?

 

————-

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL