Narasumber, foto: LI

Narasumber, foto: LI

LiputanIslam.com — Sore itu, dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina bergema di Bandung. Dalam seminar yang bertajuk “Solidaritas Untuk Palestina” yang diadakan di Aula Muthahari Bandung, pada Ahad, 20 Juli 2014, ratusan peserta hadir sebagai bentuk kepedulian atas perjuangan kemerdekaan Palestina, dan perlawanan terhadap penjajahan Israel.

Seminar dibuka oleh Ustad Miftah Fauzi Rahmat dengan menyampaikan kondisi terkini di Timur Tengah. Mulai dari teror yang dilakukan oleh kelompok Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) hingga kondisi Palestina. Ia juga menyampaikan pesan Imam Khomeini, yaitu menggelorakan perlawanan kepada Israel dan menuntut kemerdekaan Palestina.  Imam Khomeini adalah Pemimpin Revolusi Islam Iran yang menggagas hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan sebagai Hari Al-Quds Internasional.

Persatuan Islam

Dr. Ebrahim Zargar, asal Iran sebagai narasumber pertama, menyampaikan ceramahnya dalam bahasa Indonesia fasih. Ia mengatakan bahwa masalah Palestina berkaitan erat dengan persatuan Islam.

Allah berfirman tentang kaum Yahudi dalam surat Al-Hasyr ayat 14 Kalian mengira mereka (Yahudi) bersatu tapi hati mereka sebetulnya terpisah pisah. Mereka tidak bersatu karena mereka adalah kaum yang tak berakal.”

“Berdasarkan ayat ini, umat Islam yang tidak mau bersatu berarti tidak menggunakan akal mereka” ujarnya. Ia lantas mengutip Al-Hujurat ayat 10, “Sesungguhnya orang-orang Islam itu bersaudara.

Foto: LI

Foto: LI

Ia mengungkapkan keheranannya kepada orang Islam yang lebih senang sesama orang Islam, saudaranya sendiri ketimbang musuh sebenarnya yaitu Israel.Ia mencontohkan,“Eropa sekarang bisa bersatu. Mereka memiliki mata uang yang sama, visa yang sama. Padahal sebelumnya mereka berperang satu sama lain. Masa umat Islam tidak bisa?”

Dr. Zargar juga menekankan pentingnya persatuan umat Islam, dan hendaknya kita menghilangkan kecurigaan dan perpecahan di dalam tubuh Islam itu sendiri.

Setelahnya, Ustadz Miftah angkat bicara lagi dengan sebuah anekdot, bahwa jika seluruh orang Arab berjejer di perbatasan Israel dan kencing bersama, bisa dipastikan Israel kebanjiran. Namun sayang, untuk meminta kencing bersama saja susah, apalagi meminta yang lain.

KH Alawi al-Bantani: Athian Ali Tidak Berani Menghadapi Tantangan Saya

Berkaitan dengan persatuan umat Islam, Kiai Alawi al-Bantani yang merupakan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), menyatakan kekecewaannya dengan negara-negara mayoritas Muslim yang tidak turut membantu Palestina secara serius. Alih-alih membantu saudara seimannya, malah menyuburkan sektarian.

“Saya sudah coba mengajak dialog Athian Ali yang menyebarkan kebencian kepada kaum Muslim. Sampai sekarang tidak berani menghadapi tantangan saya. Saya juga sudah kirim surat kepada Gubernur Jawa Barat untuk menindak orang-orang yang menyebarkan kebencian dan memprovokasi umat Islam untuk membenci sesama Muslim, khususnya Syiah,” ujar Kiai Alawi.

Foot: LI

Foto: LI

Narasumber selanjutnya adalah KH Jalaludin Rakhmat, yang akrab dipanggil Kang Jalal, salah satu tokoh di IJABI. Ia menyatakan dukungannya kepada KH Alawi dalam upaya memperkuat persatuan umat Islam.

Kang Jalal juga menyatakan bahwa kekalahan Israel sudah mulai terlihat. Menurutnya, dalam memperjuangkan persatuan Islam, kita harus bersabar. Contoh saja, Iran dan Suriah.

“Sebelum terjadi pemberontakan di Suriah, para pemimpin Hamas bertahun-tahun hidup tenang di Suriah dan mereka mengkoordinasikan perlawanan terhadap Israel bersama Iran dan Suriah. Namun saat pemberontakan meletus, Hamas justru condong kepada kelompok teroris dan memilih meninggalkan Iran, dan Suriah. Namun, setelah kelompok teroris kalah, Hamas kembali mendekati Iran, juga mendekati Suriah, dan kedua negara itu, walau pernah dikhianati, dengan sabar tetap membantu perjuangan Hamas dan penduduk Palestina.

Sayyid Mohades, salah satu narasumber dari Iran juga menyampaikan bahwa suatu hari nanti, Israel, sesuai dengan janji Allah, mereka akan hancur binasa. Bukan hanya  Israel, tetapi juga antek-anteknya seperti ISIS, Al-Qaeda, al-Nusra, dan Salafi Wahabi, beserta negara Barat pendukungnya, Insya Allah akan dikalahkan.

Waspada ISIS !

Kelompok pro-ISIS di Solo

Kelompok pro-ISIS di Solo

KH. Alawi, tak ketinggalan menyinggung gerakan ISIS di Timur Tengah hingga gerakan Salafi Wahabi di Indonesia. Menurutnya, gerakan Salafi Wahabi yang berubah baju menjadi ISIS, yang kini berjamuran di Indonesia, memang disengaja dihadirkan untuk mencabik persatuan dan persaudaraan umat Islam. Untuk itu KH. Alawi mengingatkan agar umat Islam waspada atas segala upaya memecah belah kaum muslimin.

“Saya akan tegas dengan kelompok ISIS dan Salafi Wahabi. Saya bersama NU akan terus melawan mereka. Orang yang menumpahkan darah dan menyebut kafir kepada umat Islam yang tidak segolongan, bukan termasuk Islam,” lanjut Kiai Alawi yang disambut tepuk tangan yang riuh dari peserta.

Dr. Zargar mengingatkan bahwa perilaku para teroris ISIS dan Al-Nusra di Suriah dan Irak sangat sadis.

“Di Suriah dan Irak, teroris ISIS yang mengaku Islam dengan bangga membunuhi kaum muslimin kemudian memenggal kepala mereka. Sambil memegang kepala saudaranya, dia berdoa kepada Allah agar perbuatannya itu diterima sebaik-baiknya. Islam macam apa yang seperti itu?”

Kang Jalal turut menyampaikan, bahkan Ayatullah Ali Sistani (marja terbesar di Irak) pun telah berfatwa untuk melawan ISIS.

“Dulu, Ayatullah Ali Sistani melarang umat Islam Irak untuk melawan gerakan Salafi Wahabi, demi mempertahankan persatuan masyarakat Irak. Sekarang ini dengan kekejaman dan bahaya ISIS, Ayatullah Sistani menyatakan perang kepada mereka dan umat Islam Irak diwajibkan untuk turun melawan kezaliman kelompok ISIS,” jelasnya.

Potret kekejaman ISIS di Irak

Potret kekejaman ISIS di Irak

Kang Jalal juga mewanti-wanti masyarakat yang menyumbang untuk Palestina harus pada lembaga yang benar dan jelas disalurkan untuk Palestina. Menurutnya, jangan sampai bantuan salah saluran sehingga tidak sampai dan digunakan oleh orang-orang untuk menzalimi umat Islam.

Di akhir pembicaraan, Kang Jalal membaca hadis yang menyebutkan fenomena yang sekarang terjadi di Palestina, Irak, dan Suriah merupakan dekatnya dengan kehadiran Imam Mahdi Al-Muntazhar.

Salafi Wahabi Bukan Ahlussunah

KH. Alawi menyatakan Salafi Wahabi jangan mengekspoitasi istilah Ahlussunah untuk kepentingan kelompoknya, sedangkan akhlaknya jauh panggang dari api. Ia mengutip sabda Rasulullah saw,

“Dalam sebuah masjid Rasulullah berkumpul bersama sahabat. Kemudian ada yang bertanya kepada Rasul tentang tanda sunnah dan jamaah. Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang yang tidak mengkafirkan satu orangpun dari ahli tauhid walaupun mereka adalah pendosa”.

KH. Alawi menambahkan,

“Pernah juga Rasulullah tiba-tiba berkata, Wallahi la yukmin, wallahi la yukmin, wallahi la yukmin…”(Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman). Sahabat kemudian bertanya, “Siapa yang tidak beriman?” Rasul menjawab, ‘yaitu mereka yang tidak akur dan damai sama tetangganya”

Di penghujung acara, KH Alawi sempat berkelakar,“Rasul saja tidak anti dengan orang Yahudi atau Nasrani, kok orang-orang Salafi Wahabi itu bisa anti dengan orang Islam?”(fm/ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL