Beirut,LiputanIslam.com-Sejumlah pihak mengecam serangan nirawak Yaman ke kilang minyak Aramco baru-baru ini. Namun wasekjen Hizbullah berpendapat, para pengecam ini harus bertanya kepada diri mereka sendiri, kenapa Yaman melakukan serangan tersebut.

Syekh Naim Qassem menyatakan, semua bangsa di kawasan berhak untuk melawan dengan segala cara. Mereka berhak untuk memiliki tiap senjata tanpa terkecuali.

Baca: Menteri Energi Saudi: Pelaku Serangan Fasilitas Minyak Belum Diketahui

“Siapa yang berhak mengatur bahwa apa yang boleh dimiliki dan tidak boleh dimiliki (Poros) Muqawamah? Siapa yang menentukan apa reaksi yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan Muqawamah?”kata Qassem, seperti dilansir harian al-Jumhuriyah.

“Ketika dunia, atau sebagian orang, menghujat serangan nirawak atas kilang minyak, apakah mereka pernah bertanya kepada diri sendiri: kenapa nirawak-nirawak itu diterbangkan? Ini adalah perlawanan dan reaksi terhadap kejahatan yang ditimpakan atas Yaman dan pembantaian rakyatnya,”tandasnya.

Menurut Qassem, jika yang diinginkan adalah “solusi,” maka semua pihak harus melihat “dalil dan kejahatan” atas rakyat Yaman. Ia mengatakan, masalah mesti diatasi dengan jalan politik dan saling memahami, bukan dengan tekanan militer demi memaksakan syarat.

“Yang harus dihujat adalah ‘aksi,’ bukan ‘reaksi.’ Yang mesti dikutuk adalah agresi atas Yaman, bukan pembelaan terhadap Yaman,”pungkasnya.

Baca Juga:

Menlu Iran Sebut AS Pungkiri Realitas, Para Petinggi Militer AS Bungkam

Foto Rudal Baru Hizbullah Muncul Pasca Berlabuhnya Kapal Penghancur AS di Beirut

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*