Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut AS sedang memungkiri realitas ketika enggan mengakui bahwa serangan yang menerjang fasilitas minyak Saudi berasal dari Yaman, bukan dari Iran.

“AS sedang mengingkari kenyataan ketika mengira bahwa orang-orang Yaman yang empat setengah tahun menjadi korban berbagai bentuk kejahatan perang tidak akan berbuat semampunya untuk melancarkan serangan balasan,” ungkap Zarif di halaman Twitternya, Selasa (17/9/2019).

Dia menambahkan bahwa AS seperti sedang mengalami kondisi blunder karena dana sebesar ratusan miliar Dolar ternyata tidak dapat mencegat serangan dari Yaman.

Para politisi AS terus menuduh Iran berada di balik serangan itu, namun para petinggi militer mereka masih memilih bungkam, dan Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, pun sampai sekarang tidak merilis pernyataan resmi yang menuduh ataupun menyudutkan Iran.

Para petinggi dan pakar militer AS tampak berhati-hati sehingga enggan menebar pernyataan-pernyataan yang sulit dipertanggungjawabkan, padahal mereka mengetahui bahwa sistem radar AS di Teluk Persia setidaknya dapat melacak separuh perjalanan drone yang menyerang dua pabrik minyak Saudi di Abqaiq dan Khuraish, dan itu sudah cukup untuk mengetahui dari mana serangan itu berasal.

Pabrik minyak di Abqaiq terletak di wilayah timur Saudi dekat Bahrain dan Qatar sehingga tidak jauh dari Armada V AS di Bahrain yang dilengkapi radar-radar canggih, dan dekat pula dengan Lanud Al-Udaid, Qatar, yang juga dibekali sistem radar tercanggih dalam industri militer AS.

Baca: AS Mengaku Akan Buktikan Keterlibatan Iran Dalam Serangan ke Kilang Minyak Saudi

Radar-radar itu semestinya sanggup memantau rudal dan drone yang datang dari Iran maupun Irak. Jika  radar-radar tidak dapat memantaunya maka ini jelas aib besar dan sangat memalukan bagi industri militer AS, apalagi radar-radar itu bahkan diarahkan secara khusus ke Iran.

Kebungkaman para petinggi militer AS menandakan bahwa mereka diam-diam mengakui bahwa serangan itu berasal dari Yaman namun dengan drone buatan Iran yang kemungkinan dapat mengecoh pantauan radar AS yang tersebar di kawasan.

Baca: Rouhani: Produksi Minyak di Kawasan Teluk Persia Dijamin Aman Jika Yaman Aman

Iran memiliki berbagai jenis drone canggih semisal Mohajir, Raad, dan Karrar, yang berjarak tempuh jauh serta dapat membawa bom ataupun melancarkan serangan kamikaze terhadap sasaran-sasaran diam.  Iran sudah beberapa kali memperlihatkan rekaman video kesanggupan drone-nya melayang di atas kapal-kapal induk AS tanpa terpantau radar AS. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*