Tripoli,LiputanIslam.com-Dilansir dari kantor berita resmi UEA, statemen dari kemenlu negara ini menyatakan, Abu Dhabi berkomitmen sepenuhnya pada resolusi 1970 dan 1973 DK PBB yang melarang pengiriman senjata ke Libya.

Menurut laporan WAM, UEA melalui statemen itu membantah bahwa senjata yang ditemukan di Libya adalah miliknya.

Media-media pada hari Jumat pekan lalu memberitakan, sejumlah senjata dan logistik militer UEA telah ditemukan di kota Gharyan. Kota strategis itu baru saja dibebaskan dari tentara loyalis Jenderal Khalifa Haftar.

Menurut laporan, rudal terpandu antitank Javelin buatan AS yang dijual ke UEA termasuk dari senjata-senjata yang ditemukan oleh pasukan pemerintah Fayez al-Sarraj.

Robert Menendez (senator AS dari Partai Demokrat) pada hari Selasa (2/7) memperingatkan, ada kemungkinan Washington akan menghentikan penjualan senjata ke UEA, usai tersiarnya kabar bahwa Abu Dhabi menyerahkan rudal-rudal AS kepada milisi Libya.

UEA dan Saudi adalah negara-negara yang mendukung Jenderal Haftar dalam konflik politik yang terjadi di Libya.

Situasi Libya memburuk menyusul perintah Haftar kepada pasukannya untuk menyerang Tripoli.

Sejak digulingkannya diktator Libya, Muammar Gaddafi, pada 2011 lalu, negara tersebut terbagi menjadi dua pemerintahan di timur dan barat.

Pemerintahan Fayez al-Sarraj di Tripoli (barat Libya) mendapat dukungan dari masyarakat internasional.

Sementara di timur, pemerintahan lain yang dipimpin Abdullah Tsana dan Aqilah Saleh menyatakan eksistensinya. Jenderal Haftar mendapat dukungan dari pemerintah di timur Libya ini. (af/alalam)

Baca Juga:

“Kapal Induk AS Akan Tenggelam dan Israel Segera Musnah Jika Menyerang Iran”

Israel Nyatakan Siap Keroyok Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*