Sanaa,LiputanIslam.com-Harian transregional al-Quds al-Arabi mengungkap alasan UEA menarik pasukannya dari Yaman. Menurut harian terbitan London ini, kebuntuan Abu Dhabi menghadapi ketangguhan Ansharullah adalah penyebab UEA angkat kaki usai perang 4,5 tahun tanpa hasil.

“Sejak pekan-pekan lalu, UEA telah mengurani jumlah serdadunya di Yaman secara bertahap. Bukan hanya jumlah tentara yang dikurangi, tapi juga perangkat militer UEA,”tulis al-Quds al-Arabi.

Baca: IRGC Ancam Hancurkan Kapal Induk AS

Berdasarkan laporan ini, UEA menarik pasukan dan peralatan perangnya dari sekitar Sanaa (ibukota Yaman), selatan Mareb, dan pelabuhan Assab di Eritrea (salah satu negara di sekitar selat Bab el-Mandeb).

Menurut harian ini, Abu Dhabi mengawali agresi militernya ke Yaman dengan mengirim pasukan ke Eritrea. Dan saat ini, UEA menarik pasukannya dari titik yang sama.

Pada hari Senin (8/7) lalu, seorang pejabat tinggi UEA mengatakan kepada AFP bahwa negaranya akan menarik pasukannya dari Yaman.

Pejabat yang enggan namanya disebut itu mengaku, Abu Dhabi mengubah strateginya dari strategi militer menjadi strategi yang memprioritaskan perdamaian.

Al-Quds al-Arabi menilai, sudah pasti UEA mengubah sikapnya “bukan untuk berdamai dengan Yaman.” Anggota koalisi Saudi ini sadar bahwa mereka harus mengubah strateginya di Yaman, dengan sejumlah alasan:

Pertama, agresi militer ke Yaman telah menemui jalan buntu. Baik Abu Dhabi atau Riyadh sama-sama tidak mampu meraih hasil di perang tersebut.

Kedua, usai serangan balasan Ansharullah ke wilayah Saudi dan bandara-bandara serta fasilitas minyak negara itu dengan nirawak dan rudal, Abu Dhabi sadar bahwa UEA juga bisa menjadi sasaran empuk Ansharullah. Inilah yang mendorong petinggi UEA terburu-buru menarik pasukannya dari Yaman.

Ketiga, serangan ke kapal dagang di pelabuhan al-Fujairah dan kapal tanker di Laut Oman telah membunyikan lonceng bahaya bagi UEA. Sebab itu, Abu Dhabi memindahkan sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD dari Yaman ke UEA. Abu Dhabi mengubah strateginya karena khawatir konflik Iran-AS akan berujung pada perang dan membahayakan Teluk Persia serta negara-negara di sekitarnya.

Kendati UEA memiliki banyak gudang senjata dengan nilai lebih dari ratusan milyar dolar, namun tentara negara itu tidak siap untuk terlibat konflik semacam ini. Juga sudah pasti bahwa para penguasa UEA tak punya nyali untuk terjun dalam perang seperti ini. (af/alalam/irna)

Baca Juga:

Arab-Israel Semakin Akrab, Menlu Israel Kunjungi Abu Dhabi

Penahanan Kapal Tanker Iran Tak Akan Dibiarkan Begitu Saja

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*