Teheran, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar berhenti menggertak orang Iran, dan  menasihatinya supaya mencoba menghormati Iran karena hanya inilah pendekatan yang dapat bekerja dan berkemungkinan  membuahkan hasil.

“Jangan pernah mengancam Orang Iran. Cobalah hormati — itulah yang bekerja!” ungkap Zarif melalui akun Twitter resminya, Senin (20/5/2019) di tengah lonjakan ketegangan antara Teheran dan Washington yang terjadi belakangan ini.

Menteri luar negeri Iran menambahkan bahwa kebijakan “terorisme ekonomi dan ledekan genosida” yang dilakukan oleh Trump akan gagal “menamatkan Iran.”

“Orang-orang Iran telah berdiri tegak selama ribuan tahun, sementara semua agresor enyah,” lanjut Zarif.

Diplomat terkemuka Iran ini menekankan bahwa Trump telah “terpancing” oleh B-Team dan “berharap dapat  mencapai apa yang gagal dilakukan Alexander, Jenghis & para agresor lainnya.”

Baca:  Trump: Iran Akan Berakhir, Jika Nekat Berperang dengan AS

Hawkish “B-team” yang dimaksud adalah sekelompok orang yang terdiri atas Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Baca: Soal Ancaman Trump kepada Iran, Senator AS: Ancaman Bocah SD!

Ketegangan mulai meninggi antara Teheran dan Washington sejak Mei 2018 setelah Trump menarik negaranya keluar dari kesepakatan nuklir Iran yang diteken pada tahun 2015 dan secara resmi dinamai “Rencana Bersama Aksi Komprehensif” (JCPOA), dan kemudian dia menerapkan kembali sanksi keras AS terhadap Iran meskipun keputusan mendapat kecaman internasional.

Baca:  Inggris kepada Iran: Jangan Remehkan Pembalasan dari AS

Ketegangan itu meningkat tajam pada peringatan tahun pertama penarikan Washington dari JCPOA ketika AS mencoba meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperketat sanksi minyaknya dan mengirimkan bala bantuan militer, termasuk kapal induk, satu skuadron pesawat pembom B-52, dan sistem rudal patriot, ke Timur Tengah. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*