Washington,LiputanIslam.com-Seorang senator AS menyindir pedas cuitan Donald Trump terhadap Iran. Senator Demokrat dari Connecticut ini menyamakan cuitan presiden AS itu seperti cuitan seorang bocah sekolah dasar.

“Jika anak saya, yang masih duduk di kelas IV SD, adalah panglima besar negara, seperti inilah yang akan ditulisnya,”cuit Chris Murphy dalam laman Twitter-nya.

Trump mengunggah cuitannya Senin pagi (20/5) usai terbetiknya kabar serangan roket di sekitar kedubes AS di kawasan Zona Hijau, Baghdad. Dia mengancam, jika Iran menghendaki perang, ini adalah akhir riwayatnya.

“Jika Iran menginginkan perang, ini adalah akhir resmi untuknya. Jangan kembali mengancam AS!”cuitnya.

Dilansir dari IRNA, beberapa jam sebelum tweet Trump, tersiar kabar tentang ledakan roket Katyusha di kawasan yang ditempati kedubes-kedubes asing di ibukota Irak.

Pusat Informasi Gabungan Irak mengkonfirmasi ledakan roket  di Zona Hijau tersebut. Namun menjelaskan bahwa serangan itu tidak menimbulkan kerugian.

Terkait hal ini, Wendy Sherman (mantan pejabat kemenlu AS) juga turut menanggapi cuitan Trump.

“’Jangan mengancam kembali’ seperti tahun lalu kembali diulang. Barangkali kau berpikir, ‘api dan amarah’ yang dipraktikkan AS kepada Korut, bisa efektif untuk Iran, sehingga mereka mau menemuimu. Tapi hal ini (perundingan dengan Iran) tak akan terjadi. Perjudian dengan Korut juga tak membawa hasil. Bukankah begitu?”cuitnya ditujukan kepada Trump. (af/alalam)

 

Berita Terkait:

Trump: Iran akan Berakhir, Jika Nekat Berperang dengan AS

Roket Katyusha Jatuh di Zona Hijau Baghdad

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*