AbuDhabi, LiputanIslam.com –   Surat kabar Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) menarik sebagian besar pasukannya dari Yaman karena khawatir akan mendapat serangan balasan dari Iran jika terjadi serangan AS terhadap Iran.

WSJ menjelaskan bahwa menurut para pejabat Barat, sejak beberapa minggu lalu Abu Dhabi mulai memulangkan tank dan jet tempurnya dari Yaman serta menarik ratusan pasukannya dari kawasan pesisir Laut Merah, termasuk yang berada di dekat kota Hudaydah yang notabene pintu masuk utama bantuan kemanusiaan untuk Yaman.

WSJ menyebutkan bahwa mental UEA menciut akibat meningkatnya penentangan di Washington terhadap serangan militer ke Yaman, sebagaimana ia khawatir akan menjadi salah satu sasaran utama serangan balasan Iran jika Presiden AS memerintahkan serangan militer ke Iran.

Baca: Pesawat Nirawak Yaman Lancarkan Serangan Terbaru ke Jizan dan Abha

WSJ mengutip keterangan para pejabat AS bahwa UEA memilih memerangi Al-Qaeda, ISIS, dan kelompok-kelompok radikal lain daripada fokus kepada Yaman.

Surat kabar ini juga mengutip pernyataan Peter Salisbury, pakar urusan Yaman dari lembaga International Crisis Group (ICG), bahwa pergerakan militer yang ada memberikan indikasi jelas bahwa UEA menginginkan konsentrasi pada diplomasi dan menarik diri dari perang yang tidak mendapat dukungan internasional.

Baca: Pasukan Yaman Tembak Jatuh Drone Pasukan Koalisi Arab

Menurut WSJ, UEA sebenarnya sudah berusaha menghentikan peranannya dalam perang Yaman sejak sekitar satu tahun lalu setelah perang ini mempengaruhi kedudukan UEA di Washington.

WSJ mencatat bahwa pada April lalu kalangan Demokrat dan Republik dalam Kongres sepakat merilis keputusan yang menyerukan kepada AS untuk menghentikan dukungan terbatasnya kepada serangan yang dipimpin Saudi terhadap Yaman, termasuk dukungan informasi intelijen dan konsultasi mengenai mekanisme serangan udara.

Tindakan Kongres ini mencapat kecaman dari Trump sehingga upaya Kongres dalam hal ini gagal, dan sekarang para anggota Kongres berusaha menggagalkan upaya pemerintahan Trump menindak lanjuti penjualan senjata ke Saudi dan UEA senilai miliaran Dolar. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*