Sanaa, LiputanIslam.com –   Pasukan militer Yaman yang didukung oleh pejuang sekutu dari Komite Rakyat telah merontokkan dua lagi drone atau pesawat nirawak milik pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi, Jumat (28/6/2019).

Sumber anonim pasukan pertahanan udara Yaman mengatakan kepada biro media gerakan Ansarullah (Houthi) Ansarullah bahwa pasukan Yaman dan sekutunya telah menembak jatuh drone itu ketika alat itu sedang dalam misi pengintaian di timur daerah pegunungan Jabal al-Nar yang terbang di angkasa Jizan, 967 km dari Riyadh.

Perkembangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah pasukan Yaman tersebut merontokkan drone pengintai pasukan koalisi di angkasa timur laut distrik al-Durayhimi di provinsi Hudaydah, Yaman.

Baca: Pejabat Saudi: Serangan Houthi Tunjukkan Kelemahan Sistem Pertahanan Kami

Selama 21-23 Juni lalu pasukan Yaman juga telah merontokkan beberapa drone pasukan koalisi Arab.

Sementara itu, delapan orang, termasuk wanita dan anak kecil Yaman, terbunuh dan beberapa lainnya menderita luka-luka terkena serangan jet tempur pasukan koalisi ke sebuah rumah di daerah Wadi Warzan, distrik Dimnat Khadir, provinsi Taiz.

Selain itu, tiga wanita menderita luka-luka terkena serangan mortir pasukan loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi ke permukiman sipil di daerah al-Salkhaneh distrik al-Hali, provinsi Hudaydah.

Baca: RQ-4A Jatuh di Tempat AS Menembak Pesawat Penumpang Iran

Seperti diketahui, Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dengan dalih membasmi Ansarullah dan memulihkan pemerintahan Hadi.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED) yang bermarkas di AS memperkirakan bahwa perang yang dikendalikan Saudi di Yaman itu merenggut nyawa lebih dari 60.000 warga Yaman sejak Januari 2016.

Perang ini juga telah menimbulkan banyak kerugian pada infrastruktur negara, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik di Yaman. PBB menyatakan lebih dari 24 juta orang Yaman, yang 10 juta di antaranya penderita kelaparan tingkat ekstrem, sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*