AbuDhabi, LiputanIslam.com –   Arab Saudi gagal menghalau serangan drone balasan Yaman meskipun mengandalkan sistem pertahanan udara Patriot buatan AS, sehingga mental pasukan Saudi menurun, demikian menurut laporan intelijen Uni Emirat Arab (UEA).

Seperti diberitakan portal berita Middle East Eye (MEE) yang berbasis di London, laporan itu mengungkap kelemahan kritis dalam Arab Saudi upayanya menggagalkan serangan balasan pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman.

Laporan yang memberatkan itu memiliki publikasi yang terbatas pada para pemimpin papan atas UEA dan dirilis semula pada Mei lalu oleh Pusat Kebijakan Emirates (EPC), sebuah lembaga think tank yang dekat dengan pemerintah dan otoritas keamanan UEA.

Baca: Drone Ansarullah Yaman Gempur Lanud King Khalid di Saudi

“Pertahanan udara seperti Patriot tidak mampu menemukan drone ini karena sistem ini dirancang untuk mencegat rudal Scud jarak jauh dan menengah,” tulis laporan itu.

Penilaian intelijen itu menyoroti contoh di mana bandara Najran di barat daya Arab Saudi, yang digunakan dalam operasi Riyadh terhadap Yaman, dihantam pesawat nirawak Yaman meskipun Patriot sudah dikerahkan.

Penilaian intelijen juga mengkritisi apa yang disebutnya sebagai tanda “tidak profesionalisme” Saudi, karena Riyadh segera membalas serangan Ansarullah tanpa melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

Baca: Usai Penyelidikan, Pentagon Akan Respon Insiden MQ-9 di Yaman

Laporan itu membandingkan pendekatan “panik” Arab Saudi dengan pendekatan Abu Dhabi yang, menurut laporan itu, memiliki protokol palsu yang dapat menangkal terjadinya serangan seperti itu ketika target “serius” diserang.

“Ini adalah protokol yang diikuti oleh Emirat pada saat serangan serius, seperti yang menarget bandara Abu Dhabi (dan diklaim oleh Houthi). Itu membiarkan pintu terbuka bagi penyelidikan atas keterlibatan Iran melalui bukti dalam serangan-serangan ini, ”tulis laporan itu. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*