Washington, LiputanIslam.com –   Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kapal perang AS yang sedang berlayar di Selat Hormuz telah menembak jatuh sebuah drone milik Iran yang mendekati kapal itu pada jarak terlarang, Kamis (18/7/2019).

Trump menjelaskan bahwa pesawat tak berawak itu mengancam USS Boxer dan “segera dihancurkan” karena berada dalam jarak 1.000 yard dan mengabaikan “beberapa seruan untuk mundur.”

“Ini adalah yang terbaru dari banyak tindakan provokatif dan permusuhan Iran terhadap kapal yang beroperasi di perairan internasional. AS berhak untuk membela personil, fasilitas, dan kepentingan kami,” ujarnya.

Dia mengimbau negara-negara lain untuk mengutuk “upaya Iran mengganggu kebebasan navigasi dan perdagangan global.”

“Saya juga meminta negara-negara lain melindungi kapal mereka saat mereka melewati selat ini dan bekerja dengan kami di masa depan,” imbaunya.

Baca: Rusia Sebut Sentimen Anti-Iran Pemicu Ketegangan di Timteng

Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan USS Boxer, kapal serbu amfibi, berada di perairan internasional Selat Hormuz sekitar pukul 10 pagi waktu setempat ketika drone itu mendekat dan “ditutup dalam jarak yang mengancam.”

“Kapal mengambil tindakan defensif terhadap (drone itu) untuk memastikan keselamatan kapal dan awaknya,” katanya.

Di pihak lain, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif di hari yang sama mengaku tidak tahu menahu tentang klaim AS itu.

“Kami tidak memiliki informasi apapun mengenai hilangnya drone hari in,” ujarnya setelah sampai ke markas PBB di New York, AS, untuk mengadakan pertemuan dengan Sekjen PBB Antonio Guterres.

Kabar penembak jatuhan drone Iran oleh AS itu tersiar menyusul penahanan sebuah kapal tanker minyak oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Teluk Persia. IRGC berdalih kapal tanker itu mencoba menyelundupkan satu juta liter minyak.

Baca: Iran Bantah Bersedia Merundingkan Proyek Rudalnya

Ketegangan meningkat sejak Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan beberapa negara terkemuka dunia dan menerapkan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran.

Iran menembak jatuh sebuah pesawat drone pengintai AS pada 20 Juni lalu karena melanggar zona udara Iran. Presiden AS kemudian mengaku membatalkan serangan balasan terhadap Iran pada 10 menit terakhir. (mm/usatoday/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*