NewYork, LiputanIslam.com –   Iran menepis keras laporan bahwa negara republik Islam ini siap berunding dengan Barat mengenai proyek rudalnya, dan menekankan bahwa proyek pertahanan ini sama sekali tak dapat dinegosiasikan.

Bantahan itu dinyatakan dalam sebuah statemen yang dirilis perwakilan Iran untuk PBB di New York, AS, Selasa (16/7/2019).

“Kami membantah kesimpulan kantor berita Associated Press (AP) atas pernyataan Menlu Iran Mohammad Jjavad Zarif dalam wawancara dengan BBC,” bunyi statemen itu.

Statemen itu mengutip pernyataan Zarif bahwa “jika AS hendak berbicara mengenai rudal maka harus memulainya dengan menghentikan penjualan senjata yang juga mencakup rudal ke negara-negara kawasan.”

Baca: Iran akan Luncurkan Kendaraan Militer Lapis Baja Terbaru

Menurut statemen itu, pernyataan Zarif itulah yang ditafsirkan oleh AP sebagai kesediaan Iran merundingkan proyek pertahanannya.

“Rudal Iran sama sekali tak dapat dirundingkan dengan siapapun, negara manapun, dan kapanpun,” lanjut statemen itu.

Statemen itu kemudian mengimbau AP agar lebih cermat memahami ungkapan-ungkapan presumptif, dan mengingatkan bahwa membuat kesimpulan keliru untuk suatu teks dan keterangan yang sangat jelas hanya akan menurunkan reputasi media itu di mata publik.

Baca: Pemimpin Iran: Arogansi Barat Hanya Efektif di Hadapan Negara-negara Lemah

Berdasarkan kesimpulan AP itulah Menlu AS Mike Pompeo dalam sebuah rapat pemerintah AS, Selasa, mengatakan, “Untuk pertama kalinya, Iran menyatakan siap berunding mengenai program rudalnya.”

Kesimpulan itu pula yang membuat Presiden AS Donald Trump mengklaim telah “dicapai kemajuan” dalam isu Iran. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*