Moskow, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menilai sentimen anti-Iran telah memicu ketegangan di Timur Tengah. Karena itu, dia mengingatkan bahwa sentimen demikian dapat menimbulkan “konsekuensi bencana” di kawasan ini.

Dalam wawancara dengan mingguan Rusia ‘Argumenty i Fakty’ yang diterbitkan pada hari Rabu (17/7/2019), Lavrov menyebutkan bahwa sentimen itulah yang ditunjukkan AS dan para sekutunya, padahal berpotensi memicu “situasi berbahaya.”

“AS melenturkan ototnya, telah meluncurkan kampanye untuk mendiskreditkan Iran, menuduh Republik Islam atas semua dosa… Ini menciptakan situasi berbahaya di mana percikan api akan cukup untuk menyalakan api. AS akan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi,” ujarnya.

Baca: Pemimpin Iran: Arogansi Barat Hanya Efektif di Hadapan Negara-negara Lemah

Dia lantas menekankan bahwa Iran telah berulang kali menyatakan hasratnya untuk memastikan stabilitas regional melalui dialog dengan semua negara, termasuk negara-negara Arab Teluk Persia, yang memiliki kepentingan di kawasan ini.

Baca: Iran Desak Inggris Tidak Melakukan “Permainan Berbahaya”

Sedangkan Rusia sendiri, menurut Lavrov, menempuh berbagai langkah untuk meredakan ketegangan dan mempromosikan keamanan kolektif di Teluk Persia melalui upaya-upaya membangun kepercayaan.

“Kami bekerja dengan mitra kami untuk mempertahankan perjanjian multilateral dan menyelesaikan situasi di sekitar program nuklir Iran,” tutur Lavrov. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*