Washington, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo terlihat bergembira atas terjadinya kerusuhan yang terjadi dalam unjuk rasa penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak di Iran.

Pompeo melontarkan pernyataan-pernyataan berbau campur tangan terhadap urusan internal Iran sembari mengaku bersimpati kepada rakyat Iran, yang justru dikenai sanksi sewenang-wenang oleh AS sejak beberapa tahun lalu.

Dalam hal ini, Pompeo memosting ulang cuitannya yang bertanggal 22 Juli 2018 tentang kerusuhan yang melanda Iran saat itu, dan menyertainya dengan cuitan baru.

“Sebagaimana pernah saya tekankan kepada rakyat Iran sejak sekira satu setengah tahun lalu, AS bersama kalian,” bunyi cuitan baru itu.

Baca: Menlu AS: Gerakan Jihad Islam Palestina Adalah Proksi Iran untuk Menyerang Israel

Media Iran dan sejumlah netizen negara ini melaporkan bahwa telah terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dan para pengunjuk rasa di Teheran dan puluhan kota lain menyusul keputusan pemerintah menaikkan harga bensin.

Kantor berita mahasiswa Iran, ISNA, menyebutkan bahwa otoritas keamanan Iran membatasi akses internet usai peristiwa tersebut.

Baca: Menhan Iran: Peningkatan Mutu Pertahanan adalah Satu-satunya Cara Melawan Sanksi AS

Menlu AS lantas melontarkan pernyatan-pernyataan yang menyudutkan pemerintah Iran, tatkala Teheran dan Washington terlibat eskalasi ketegangan sejak Presiden AS Donald Trump pada Mei 2018 secara sepihak menarik keluar negaranya dari perjanjian multinasional terkait dengan proyek nuklir Iran, dan kemudian menerapkan kembali sanksi-sanksinya terhadap Iran.

Pemerintah Iran menyebut tindakan AS itu sebagai bukti nyata kebersikerasan AS untuk mencampuri urusan internal negara lain. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*