Damaskus, LiputanIslam.com –   Pemerintah Suriah menyatakan bahwa serangan Israel terhadap Suriah pada Ahad malam lalu (31/6/2019), bertujuan mendongkrak mental kawanan teroris yang bercokol di Idlib dan lain-lain di wilayah Suriah.

“Serangan itu bertujuan meningkatkan mental yang tersisa di kantung teroris Israel di Idlib dan di tempat lain, yang merupakan satu lingkaran dalam rangkaian serangan berulang Israel terhadap kedaulatan Suriah,” ungkap Kemlu Suriah, Senin (1/7/2019).

Kemlu Suriah menambahkan bahwa agresi Israel itu “dalam rangka upaya berkelanjutan Israel untuk memperpanjang krisis di Suriah dan perang Suriah melawan terorisme.”

Sehari sebelumnya, Israel melancarkan serangan rudal Israel ke Homs dan sekitar Damaskus hingga menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk satu anak kecil.

Baca: Satu anak dan Tiga Lainnya Meninggal Akibat Serangan Rudal Israel di Suriah

Menurut Kemlu Suriah, dengan kejahatan ini rezim Zionis Israel telah membuktikan lagi kebrutalannya kepada khalayak dunia dan kesiapannya melanjutkan kejahatan itu serta perlawanannya terhadap ketentuan PBB setelah sekian lama berusaha menyembunyikan realitas itu.

Kemlu Suriah juga melayangkan surat pengaduan terpisah kepada Sekjen PBB dan Dewan Keamanan PBB ihwal serangan ini, yang antara lain menyebutkan bahwa Israel melanggar resolusi 350 tahun 1974 Dewan Kemanan PBB terkait dengan gencatan senjata antara Israel dan Suriah pasca-Perang Yom Kippur.

Baca: Pertahanan Udara Suriah Hadapi Serangan Udara Israel

Kedua surat itu juga menyatakan bahwa serangan Israel pada Ahad malam tersebut selain menewaskan empat warga sipil, termasuk satu gadis kecil, juga melukai 21 orang lainnya yang sebagian besar adalah kaum perempuan dan anak kecil, dan menyebabkan kerusakan pada rumah dan properti warga sipil. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*