Brussel, LiputanIslam.com –  Para pakar meledek statemen berbau tuduhan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo terhadap Iran berkenaan dengan serangan dahsyat drone Ansarullah (Houthi) terhadap dua pabrik minyak milik perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Aramco, di Buqaiq dan Khuraish.

Mike Pompeo menyatakan bahwa serangan itu kemungkinan dilakukan dengan menggunakan rudal cruise yang ditembakkan dari wilayah Iran atau Irak, namun para pakar menilai tuduhan itu asal-asal, aneh, dan lebih merupakan upaya Pompeo menutupi kegagalan sistem pertahanan udara AS yang dioperasikan di Saudi.

Mereka menyatakan bahwa di satu sisi komentar Pompeo itu sekedar pernyataan spontan yang tidak mengacu pada laporan Pantagon, dan di sisi lain Pentagon memiliki fasilitas satelit serta radar di kapal-kapal dan pangkalan militernya di Teluk Persia untuk dapat mengetahui dari mana serangan itu berasal tanpa menunggu analisa dan statemen pihak lain.

Baca: AS Tuduh Iran Berada di Balik Serangan ke Kilang Minyak Saudi

Para pakar juga menyebut spekulasi Pompeo sama sekali tidak disertai argumen sehingga lebih cenderung kepada upaya mengaburkan aspek kegagalan sistem pertahanan udara AS semata.

Aramco selama ini dilindungi oleh jet-jet tempur dan rudal-rudal canggih yang diawasi langsung oleh AS karena fasilitas Aramco merupakan urat nadi ekonomi Saudi dan strategis bagi ekonomi dunia karena dengannya Saudi menyuplai minyak ke pasar global.

Baca: Senator AS: Serang Saja Kilang Minyak Iran!

Terjangan sejumlah drone Ansarullah Yaman terhadap fasilitas Aramco menunjukkan bahwa Perang Yaman kian menguak fakta keterbatasan kemampuan sistem pertahanan udara AS dalam menangkis rudal balistik, rudal cruise, dan pesawat nirawak.

Pentagon juga sudah mengerahkan tim ahlinya untuk mengawasi kinerja radar buatan AS yang dioperasikan di Saudi, tapi ternyata gagal mencegat banyak pesawat nirawak dan rudal Ansarullah. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*