Washington, LiputanIslam.com –  Presiden AS Donald Trump, Sabtu (14/9/2019), menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) via telefon, sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo melontarkan tudingan terhadap Iran, terkait dengan serangan drone Yaman yang menimbulkan kebakaran hebat dua pabrik pengolahan minyak Abqaiq and Khurais milik Aramco di bagian timur Saudi.

Usai kontak telefon tersebut, Gedung Putih merilis pernyataan bahwa AS mengutuk keras serangan itu.

“AS mengecam keras serangan hari ini terhadap infrastruktur energi kritis. Tindakan kekerasan terhadap kawasan sipil dan infrastruktur yang vital bagi ekonomi global hanya memperdalam konflik dan ketidakpercayaan,” bunyi pernyataan itu.

Trump menyatakan kepada MbS dukungannya kepada “hak Saudi membela diri”, menyusul statemen Riyadh bahwa MbS telah memberitahu Trump ihwal “kesiapan dan kesanggupan” Saudi membalas serangan itu.

Gedung Putih mengaku memantau situasi dan berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasar minyak dunia dan pemasokannya secara memadai.

Baca: Laporan: Fasilitas Perusahaan Minyak Saudi “Aramco” Terbakar

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di halaman Twitter-nya menuding Iran berada di balik serangan tersebut.

“Teheran berada di balik hampir 100 serangan terhadap Arab Saudi, sementara Rouhani dan Zarif berpura-pura terlibat dalam diplomasi,” tulisnya di Twitter.

Dia juga menyatakan “tidak ada petunjuk bahwa serangan itu berasal dari Yaman”, dan “Iran telah melancarkan serangan pertama kali terhadap suplai energi dunia.”

Baca: Serangan Drone Ansarullah Lumpuhkan Separuh Volume Produksi Minyak Saudi

Dia menambahkan, “Kami menyerukan kepada semua negara agar mengecam Iran secara terbuka dan tegas”.

Pompeo kemudian menekankan bahwa pemerintah AS akan bekerjasama dengan berbagai perusahaan dan para sekutunya “untuk menjamin suplai pasar energi dan menghukum Iran atas permusuhannya”.  (mm/raialyoum/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*