Moskow,LiputanIslam.com—Kemenlu Rusia mengatakan pihak-pihak yang terlibat dalam JCPOA atau yang disebut dengan kesepakatan nuklir Iran 2015 sedang mencari cara bagaimana memungkinkan Teheran untuk terus mengekspor uranium yang diperkaya dan air berat yang sedang menjadi objek sasaran sanksi AS.

“Dalam konteks Rencana Aksi Komprehensif Bersama, aspek-aspek nuklir JCPOA, para ahli dari negara-negara anggota telah ditugaskan untuk menguraikan langkah-langkah praktis untuk memungkinkan Iran mengekspor uranium yang diperkaya dan air berat,” Kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Ia juga mencatat bahwa pihak-pihak yang tersisa dalam Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) -Rusia, Cina, Inggris, Prancis dan Jerman- telah menekankan perlunya mendukung kegiatan nuklir Iran sebagai bagian dari komitmen JCPOA, khususnya di bidang produksi dan ekspor uranium yang diperkaya  dan air berat.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah perunding antara Iran dan negara Grup 4 + 1 (Rusia, Cina, Inggris, Prancis, dan Jerman) di Wina pada Jumat (28/6) untuk membahas cara-cara menyelamatkan JCPOA.

Pada 8 Mei 2018, Presiden AS Donald Trump menarik negaranya keluar dari JCPOA, perjanjian nuklir setebal 159 halaman antara Iran dan Grup 5 + 1 (Rusia, Cina, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman) mulai berlaku di Januari 2016.

Baca: Iran Sebut Eropa Gagal Jalankan INSTEX

Setelah penarikan AS, Iran dan beberapa negara yang tersisa menggelar pembicaraan untuk menyelamatkan perjanjian itu.

Namun, kegagalan UE untuk memastikan kepentingan ekonomi Iran memaksa Teheran untuk berhenti menghormati komitmen tertentu di bawah JCPOA pada 8 Mei 2019.(fd/Tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*