Sanaa, LiputanIslam.com –   Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Sari, berjanji kepada pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi untuk melakukan serangan “yang lebih menyakitkan”.

“Setiap eskalasi akan berhadapan dengan operasi khusus yang mampu menjangkau target baru di kedalaman wilayah musuh,” kata Yahya Sari di Sanaa, ibu kota Yaman, Kamis (23/5/2019),  seperti dikutip saluran TV Al-Masirah yang dikelola oleh kelompok pejuang Ansarullah (Houthi).

Dia menambahkan bahwa selain mampu menyerang, pasukan Yaman juga dapat mendokumentasikan serangan itu untuk mempermalukan koalisi Arab di mata khalayak.

“Musuh harus memperhitungkan bahwa operasi selanjutnya akan lebih menyakitkan, sebagian besar operasi yang dilakukan di kedalam wilayah musuh terdokumentasi,” ujarnya.

Dia menekan bahwa pihaknya sudah menghentikan operasinya untuk sementara waktu sebagai pesan perdamaian, “tapi eskalasi dari pihak musuh tidak berhenti.”

Pesan tegas ini dinyatakan Yahya Sari tak lama setelah Al-Masirah menyiarkan rekaman video serangan pesawat nirawak Ansarullah jenis Samad-3 ke bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang terjadi pada 27 Juli 2018.

Baca: Ansarullah Yaman Rilis Video Detik-Detik Serangan Nirawaknya Ke Bandara Abu Dhabi

Pada Juli 2018, Ansarullah memang telah mengumumkan pemboman bandara Abu Dhabi dengan menggunakan pesawat nirawak.  Saluran ini menyebutkan bahwa nirawak yang terlihat dalam video itu berjenis Samad-3 yang telah menempuh jarak sejauh 1500 kilometer untuk mencapai Bandara Abu Dhabi.

Al-Masirah memastikan bahwa serangan nirawak itu menyasar kendaraan pengangkut logistik yang ada di halaman bandara dan terparkir di sisi ruang tunggu penumpang nomor 1.

Brigjen Yahya Sari melanjutkan, “Tahap selanjutnya adalah tahap penargetan infrastruktur negara-negara agresor.” Negara-negara agresor yang dia maksud ialah Arab Saudi dan Emirates yang terlibat dalam aliansi negara-negara yang menyerang Yaman dengan dalih menumpas Ansarullah dan memulihkan pemerintahan presiden pelarian Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Baca: ‘Rakyat Yaman Bertekad akan Balas Agresi Saudi dan UEA’

Pada Kamis lalu Angkatan Udara Yaman dan Komite Rakyat yang berafiliasi dengan kelompok pejuang Ansarullah mengau telah menggempur sistem pertahanan udara Patriot di Bandara Najran, Arab Saudi, dengan menggunakan pesawat nirawak Qasef-K2 sebagai serangan drone yang ketiga kalinya ke bandara itu dalam jangka waktu 72 jam.

Sumber militer di Angkatan Udara Yaman kepada laman TV al-Masirah milik Ansarullah mengatakan bahwa  sasaran serangan itu “sistem Patriot” yang terpasang di bandara tersebut.

Di pihak lain, juru bicara resmi pasukan koalisi Arab, Kolonel Turki al-Maliki membantah bahwa serangan itu sukses. Sebagaimana dilansir surat kabar Ukad milik Saudi, al-Maliki mengatakan bahwa pihaknya telah merontokkan pesawat nirawak itu. (mm/raialyoum)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*