Sanaa, LiputanIslam.com –   Saluran TV al-Masirah milik kelompok pejuang Ansarullah (Houthi), Kamis (23/5/2019), merilis video yang disebutnya sebagai rekaman detik-detik serangan nirawaknya ke Bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang terjadi pada tahun lalu.

Dalam video itu terlihat pesawat nirawak berbahan peledak meledak dengan sasaran kendaraan pengangkut logistik pada sebuah instalasi.

Dilaporkan bahwa nirawak yang terlihat dalam video itu berjenis Samad-3 yang telah menempuh jarak sejauh 1500 kilometer untuk mencapai Bandara Abu Dhabi.

TV al-Masirah memastikan bahwa serangan nirawak itu menyasar kendaraan pengangkut logistik yang ada di halaman bandara dan terparkir di sisi ruang tunggu penumpang nomor 1.

Rekaman video itu dapat disaksikan pada link ini:

Laporan lain menyebutkan Angkatan Udara Yaman dan Komite Rakyat yang berafiliasi dengan kelompok pejuang Ansarullah telah menggempur sistem pertahanan udara Patriot di Bandara Najran, Arab Saudi, Kamis (23/5/2019).

Serangan itu dilancarkan dengan menggunakan pesawat nirawak Qasef-K2 ke bandara regional Najran di bagian selatan Saudi dalam serangan ketiga kalinya ke bandara itu dalam jangka waktu 72 jam.

Sumber militer di Angkatan Udara Yaman kepada laman TV al-Masirah milik Ansarullah mengatakan bahwa  sasaran serangan itu “sistem Patriot” yang terpasang di bandara tersebut.

Sumber anonim ini menjelaskan bahwa serangan udara itu sukses dan dilakukan setelah dilakukan pemantauan intelijen secara cermat.

Baca: Drone Yaman Ledakkan Sistem Rudal Patriot Saudi di Najran

Pada hari Selasa lalu, Ansarullah juga menggunakan pesawat yang sama dan menggempur gudang senjata di bandara tersebut hingga mengakibatkan kebakaran.

Pada 14 Mei Angkatan Udara Yaman melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap sasaran di Saudi dengan melesatkan 7 pesawat nirawak dan melakukan serangkaian serangan terhadap instalasi vital di kedalaman wilayah Saudi.

Baca: Ansarullah Gempur Gudang  Senjata Di Bandara Najran Saudi Dengan Drone

Menteri Energi Saudi mengakui bahwa dua stasiun pompa minyak milik perusahaan minyak Saudi, Aramco, di provinsi Dawadmi dan provinsi Afif di kawasan Riyadh terhenti untuk sementara akibat serangan pesawat nirawak.

Pihak Ansarullah menegaskan bahwa semua serangan itu dilakukan sebagai pembalasan atas agresi dan blokade pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman.  (mm/rt/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*