Riyadh, LiputanIslam.com –   Kemhan AS Pentagon, Jumat (19/7/2019), menyatakan bahwa Plt. menteri pertahanan negara ini telah mengizinkan pengiriman pasukan dan logistik AS ke Arab Saudi sebagai satu langkah “perlindungan tambahan” terhadap ancaman.

Pernyataan Pentagon ini dirilis tepat setelah Riyadh mengumumkan persetujuan Raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah pasukan AS.

Pejabat senior anonim Saudi mengatakan bahwa keputusan itu diambil oleh Raja Salman untuk “meningkatkan taraf kerjasama menjaga keamanan dan stabilitas serta menjalin perdamaian di kawasan.”

Baca: Saudi Minta AS Isi Kekosongan Akibat Penarikan Pasukan UEA dari Yaman

Perkembangan ini terjadi ketika hubungan antara AS dan Iran memanas setelah Presiden AS Donald Trump menarik keluar negaranya dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018, dan Washington kemudian menerapkan lagi sanksi-sanksinya terhadap Teheran.

Baca:Tehran Rilis Video Buktikan Klaim AS Jatuhkan ‘Drone’ Iran itu Bohong

Ketegangan antara keduanya melonjak setelah pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh drone pengintai canggih pasukan AS di angkasa Selat Hormuz. Dalam perkembangan terbaru, AS mengklaim telah menembak jatuh drone Iran pada Kamis lalu, namun Jumat kemarin Iran membantahnya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*